Masalah status gizi anak usia 1-3 tahun menjadi perhatian utama karena tingginya angka kekurangan gizi pada kelompok usia ini. Faktor pengetahuan dan sikap ibu terhadap pola pemberian makanan berperan penting dalam menentukan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan status gizi anak usia 1-3 tahun di Desa Guwo. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik total sampling, penelitian ini melibatkan 130 ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang pengetahuan dan sikap serta pengukuran status gizi anak menggunakan indeks antropometri BB/U. Analisis data dilakukan dengan uji Somers’ d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas ibu berada dalam rentang usia 22-35 tahun (median 29 tahun) dan memiliki tingkat pendidikan SMA (56,9%). Status gizi anak menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki status gizi normal (97,7%) dan hanya 2,3% masuk kategori gemuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki pengetahuan dalam kategori kurang (47,7%), cukup (25,4%), dan baik (26,9%). Sedangkan sikap ibu didominasi oleh kategori sangat tinggi (51,5%) dan tinggi (26,2%). Uji Somers’ D menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi anak (p = 0,076, r = 0,071) serta sikap ibu dengan status gizi anak (p = 0,092, r = 0,077). Hubungan yang ditemukan bersifat sangat lemah, sehingga faktor lain seperti kondisi ekonomi keluarga, pola asuh, dan akses terhadap makanan bergizi juga berperan dalam menentukan status gizi anak. Kesimpulannya, Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan status gizi anak usia 1-3 tahun di Desa Guwo. Intervensi peningkatan status gizi anak sebaiknya tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan sikap ibu, tetapi juga mempertimbangkan faktor eksternal yang lebih luas, termasuk edukasi gizi berbasis komunitas dan peningkatan kesejahteraan keluarga.