Djoko Wahyono
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Polifarmasi dan Interaksi Obat pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa Githa Fungie Galistiani; Emeralda Pradipta Ratri; Djoko Wahyono
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i1.26887

Abstract

Pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis umumnya memiliki berbagai kondisi medis penyerta, seperti hipertensi dan gangguan metabolik lainnya yang menyebabkan penggunaan banyak obat secara bersamaan. Penggunaan sejumlah besar obat ini dapat menyebabkan polifarmasi, yaitu kondisi ketika pasien mengonsumsi lima atau lebih jenis obat yang pada gilirannya meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi polifarmasi serta mengidentifikasi potensi interaksi obat pada pasien hemodialisis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode narrative review dengan menelaah 10 artikel yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami polifarmasi dengan tingkat konsumsi obat bervariasi antara lima hingga lebih dari sepuluh jenis obat per pasien. Mayoritas artikel menunjukkan tingginya prevalensi polifarmasi (>80%) dan potensi interaksi obat kategori sedang hingga berat, terutama pada pasien lansia dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. Dari analisis interaksi obat, ditemukan bahwa potensi interaksi yang terjadi mencakup kategori ringan, sedang hingga berat dengan beberapa kombinasi obat menunjukkan risiko signifikan terhadap penurunan efektivitas terapi maupun peningkatan toksisitas. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap regimen pengobatan yang digunakan oleh pasien hemodialisis.
TINJAUAN NARATIF: KEPATUHAN MINUM OBAT DAN FAKTOR KEBERHASILAN TERAPI HIPERTENSI DI PUSKESMAS INDONESIA Saturi; Djoko Wahyono; Indri Hapsari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 1 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/6gkw4j69

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan antihipertensi berperan vital dalam mencapai keberhasilan terapi serta mengontrol tekanan darah secara optimal. Meskipun demikian, beragam penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas masih cukup bervariasi dan dipengaruhi oleh beragam determinan. Tinjauan naratif ini bertujuan mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor penentu kepatuhan sekaligus hubungannya dengan keberhasilan terapi hipertensi. Dengan menganalisa sembilan artikel ilmiah ditemukan bahwa pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, penggunaan obat herbal, serta karakteristik individu seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan. Sebagian besar penelitian menggunakan instrumen MMAS-8 sebagai alat ukur utama. Ada hubungan yang kuat antara tingkat kepatuhan dan keberhasilan pengendalian tekanan darah. Oleh karena itu, strategi intervensi edukatif dan penguatan dukungan sosial di Puskesmas sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan hipertensi.
TINJAUAN NARATIF : EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PUSKESMAS DI INDONESIA Wiryanto; Djoko Wahyono; Indri Hapsari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 1 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/04hp4197

Abstract

Pengelolaan logistik obat yang efektif dan efisien di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memegang peranan penting dalam menjamin ketersediaan obat yang bermutu dan tepat waktu bagi masyarakat. Namun, sejumlah studi menunjukkan bahwa pengelolaan logistik obat di tingkat pelayanan primer masih menghadapi berbagai kendala. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem informasi manajemen logistik obat di Puskesmas berdasarkan analisis terhadap sebelas artikel penelitian yang diperoleh dari Google Scholar dan memenuhi kriteria inklusi. Permasalahan utama yang teridentifikasi meliputi aspek perencanaan, pengadaan, distribusi, penyimpanan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pemanfaatan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan logistik obat di Puskesmas masih belum optimal dan membutuhkan penguatan dalam aspek teknis, sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan yang konsisten. Rekomendasi perbaikan meliputi integrasi sistem informasi digital antara Dinas Kesehatan dan Puskesmas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan, serta optimalisasi alokasi dana JKN dalam perencanaan dan pengadaan obat. Diharapkan, langkah-langkah tersebut dapat mendorong efisiensi pengelolaan obat dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar.