Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Social Construction of Technology Dalam Perspektif Global: Sebuah Systematic Literature Review Wurjanti, Wulandari; Galih Primanda Permana; Irwansyah
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.204

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menyajikan tinjauan sistematis terhadap pendekatan Social Construction of Technology (SCOT) dalam berbagai konteks global dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman PRISMA 2020. SCOT memandang bahwa perkembangan teknologi bukan semata-mata ditentukan oleh aspek teknis, melainkan hasil dari proses sosial, interaksi, serta negosiasi makna yang melibatkan berbagai kelompok sosial. Penelitian ini mengidentifikasi 31 artikel jurnal internasional yang relevan dari basis data Scopus pada periode 2020–2025 melalui lima tahapan PRISMA: formulasi pertanyaan penelitian, penetapan kriteria seleksi, pemilihan artikel, penyaringan literatur, dan ekstraksi data. Hasil analisis menunjukkan bahwa teori SCOT diterapkan luas pada domain teknologi (48,4%), masyarakat (35,5%), dan komunikasi (12,9%), dengan dimensi inovasi sebagai fokus utama. Mayoritas penelitian menggunakan pendekatan kualitatif (83,87%), dan sebagian kecil mengadopsi metode campuran. Kontribusi terbesar berasal dari penulis di Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda. Namun, temuan penting dari studi ini adalah masih minimnya eksplorasi terhadap dimensi komunikasi dalam studi-studi SCOT, padahal komunikasi memainkan peran sentral dalam proses interpretative flexibility, yaitu pembentukan makna teknologi melalui interaksi sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan integrasi lebih kuat antara pendekatan SCOT dan perspektif komunikasi dalam menganalisis konstruksi sosial teknologi. Secara metodologis, pendekatan bibliometrik dan critical discourse analysis juga dapat dikombinasikan untuk menelusuri dinamika wacana sosial yang membentuk penerimaan atau resistensi terhadap teknologi. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kajian teknologi dan masyarakat yang lebih kontekstual dan inklusif, serta menekankan pentingnya partisipasi aktif kelompok sosial dalam perencanaan dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan budaya masyarakat.
Dynamics of Computer-Mediated Communication in Digital Health Services: A Qualitative Study on the Alodokter and Halodoc Applications Permana, Galih Primanda; Wurjanti, Wulandari; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol. 13 No. 1 (2025): May - October 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46806/jkb.v13i1.1534

Abstract

This study examined the dynamics of computer-mediated communication in digital health services through a comparative analysis of the Alodokter and Halodoc applications in Indonesia. Conceptually, the study is anchored in Computer-Mediated Communication (CMC) and User-Centered Design (UCD) to interpret how interaction patterns and interface choices shape doctor–patient sense-making on mHealth platforms. A qualitative design was employed, using non-participant observation, in-depth interviews, and document analysis. Data were analyzed through open, axial, and selective coding, followed by thematic interpretation. We conducted in-depth interviews with two doctors and two patients, providing an on-the-ground view of how clinicians and users communicate and coordinate care across the two platforms. The findings cluster into three themes: (1) doctors’ flexibility and constraints, including diagnostic limits in the absence of physical examination and work/ incentive trade-offs; (2) patients’ communication experiences, emphasizing accessibility, trust, and privacy; and (3) the role of mobile-AI in facilitating adaptive interactions. Overall, Alodokter and Halodoc enhanced efficiency, reduced time and cost, and expanded access, while face-to-face interaction remained important for complex cases. We conclude that these applications function not only as digital service providers but also as communication ecosystems that shape emerging relationships between healthcare providers and users.