Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Relasi antara Pekerja Sosial dan Klien dalam Tahapan Pendampingan Asesmen Awal Tarore, Stevie Y
JITSS (Journal of Innovation and Trend in Social Sciences) Vol. 2 No. 1 (2025): JITSS (Journal of Innovation and Trend in Social Sciences)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/jitss.v2i1.358

Abstract

Dinamika relasi antara pekerja sosial dan klien dalam tahapan pendampingan asesmen awal merupakan aspek kritis dalam praktik pekerjaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi, tantangan, dan faktor-faktor yang memengaruhi hubungan profesional antara pekerja sosial dan klien selama proses asesmen awal. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur sehingga mengidentifikasi bahwa asesmen awal tidak hanya bersifat teknis tetapi juga melibatkan dimensi relasional yang kompleks. Keberhasilan asesmen sangat dipengaruhi oleh kemampuan pekerja sosial dalam membangun kepercayaan, komunikasi efektif, serta sensitivitas terhadap kebutuhan dan konteks sosial klien. Di sisi lain, faktor seperti bias profesional, keterbatasan waktu, dan hambatan struktural dapat menghambat dinamika relasi yang optimal. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan berbasis kekuatan (strengths-based approach) dan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan klien, sehingga asesmen menjadi lebih holistik dan akurat. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya pelatihan pekerja sosial dalam keterampilan interpersonal serta pengembangan kebijakan pendampingan yang berorientasi pada hak dan kebutuhan klien. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami kompleksitas relasi pekerja sosial-klien sekaligus rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas asesmen awal dalam intervensi pekerjaan sosial.
Intervensi Pekerjaan Sosial di Ruang Digital Untuk Mencegah Radikalisasi Kaum Muda Tarore, Stevie Y
Journal Social Society Vol. 6 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.2.2026.1227

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk memperkuat peran intervensi pekerjaan sosial di ruang digital dalam mencegah radikalisasi kaum muda melalui pendekatan edukatif, preventif, dan berbasis literasi digital. Radikalisasi kaum muda di era digital merefleksikan pergeseran signifikan dalam pola rekrutmen, indoktrinasi, dan mobilisasi yang semakin intens melalui media sosial, forum daring, serta berbagai platform berbagi konten. Ruang digital tidak lagi berfungsi sebatas sarana komunikasi, melainkan telah berkembang menjadi arena pembentukan identitas, produksi makna, dan diseminasi ideologi transnasional yang kerap mengeksploitasi kerentanan psikososial remaja. Artikel ini bertujuan mengkaji model intervensi pekerjaan sosial di ranah digital sebagai strategi preventif terhadap radikalisasme generasi muda dengan menitikberatkan pada pendekatan berbasis kekuatan (strengths-based approach), penguatan literasi digital kritis, dan pembangunan resiliensi komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur sistematis atas publikasi mutakhir terkait radikalisasi daring, praktik cyber social work, serta pencegahan ekstremisme berbasis komunitas. Hasil telaah menunjukkan bahwa intervensi pekerjaan sosial di ruang digital perlu dirancang secara komprehensif dan multidimensional, mencakup deteksi dini terhadap narasi ekstrem, pendampingan psikososial secara daring, pengembangan kontra-narasi berlandaskan nilai kemanusiaan, serta kolaborasi lintas sektor antara pekerja sosial, pendidik, keluarga, dan platform teknologi. Selain itu, peran pekerja sosial sebagai digital practitioner menjadi krusial dalam menciptakan ruang virtual yang aman, dialogis, dan inklusif. Studi ini menegaskan bahwa transformasi praktik pekerjaan sosial ke ranah digital bukan sekadar adaptasi teknis, melainkan reorientasi paradigma intervensi yang responsif terhadap dinamika budaya siber, sehingga pencegahan radikalisasi kaum muda menuntut integrasi kompetensi profesional, etika digital, dan strategi pemberdayaan partisipatif dalam ekosistem daring.