Penerimaan diri penting bagi remaja karena berperan penting dalam pembentukan identitas dan kestabilan emosi. Remaja yang mampu menerima diri cenderung lebih percaya diri, mampu mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerimaan diri siswa berdasarkan teori Bernard. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel 285 siswa melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket skala likert berdasarkan teori Bernard yang mencakup dua aspek: kesadaran diri untuk menghargai sikap positif dan menanggapi kejadian negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerimaan diri siswa SMAN 1 Ampek Angkek secara umum berada dalam kategori baik (71,58%), (2) aspek menghargai sikap positif juga tergolong baik (66,67%), (3) aspek menanggapi kejadian negatif berada dalam kategori baik (63,86%). Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi guru, konselor, dan orang tua dalam mendukung remaja mengembangkan penerimaan diri melalui pendekatan edukatif dan psikologis yang sesuai.