Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Media Audiovisual dalam Meningkatkan Pengetahuan Kontrasepsi MKJP Novitasari, Dhini Wahyuni; Ecih Winengsih; Yasinta Nurlia Sutrisno; Siti Rahayu; Alifa Wilandra Putri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.450

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan cara efektif untuk menjarangkan atau menghentikan kehamilan, khususnya bagi wanita usia di atas 35 tahun, dengan paritas tinggi, atau memiliki penyakit seperti hipertensi dan kardiovaskular. Namun, penggunaan MKJP di kalangan Wanita Usia Subur (WUS) masih rendah, salah satunya karena kurangnya pengetahuan dan edukasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang MKJP di Puskesmas Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel sebanyak 30 orang WUS berusia 30–40 tahun yang dipilih sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi dilakukan melalui pemutaran video edukatif berdurasi 20 menit dan penilaian pengetahuan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 50,0% responden memiliki pengetahuan rendah. Setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 73,3%. Kesimpulannya media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang MKJP dan dapat menjadi alternatif strategi edukasi dalam promosi kesehatan keluarga berencana.
Hubungan Minat dengan Kunjungan Pemeriksaan IVA Test Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Astanaanyar Kota Bandung Novitasari, Dhini Wahyuni; Perania, Yanita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13732

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer in second place with 36,633 cases or 9,2% of total cancer cases in Indonesia (WHO, 2022). The incidence of cervical cancer is most often found at the age of 45-54 years (42,40%). Coverage of cervical cancer screening using the IVA test in Indonesia is still very low at around 5%. The low number of early detection visits for cervical cancer is influenced by several factors, namely poverty, lavk of self-awareness, public knowledge and understanding regarding the dangers of cervical cancer, availability of information sources, support from health workers and family support. To determine interest in visiting IVA examinations for women of childbearing age in the UPTD working area of the Astanaanyar Health Center, Bandung City in 2023. This type of research in analytical qualitative research with a cross-sectional approach. The sample in this study was all women of childbearing age aged 30-50 years who were in the UPTD work area of the Astanaanyar Health Center In August 2023, totalling 94 people. The instrument is an interview sheet. Univariate and bivariate analysis with chi square test. It is known that almost all respondents did not make an IVA examination visit (80,9%) and most respondents were not interested in an IVA examination (59.6%) There is a relationship between interest and IVA examination visits  Keywords: Interest, IVA examinations, WUS  ABSTRAK Kanker serviks menempati urutan kedua terbanyak dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia (WHO,2022). Kejadian kanker serviks paling sering ditemukan yaitu pada usia 45-54 tahun (42,40%). Cakupan skrining kanker serviks menggunakan IVA test di Indonesia masih sangat rendah sekitar 5 %. Rendahnya kunjungan deteksi dini kanker serviks dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kemiskinan, kurangnya kesadaran diri, pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai bahaya kanker leher rahim, ketersediaan sumber informasi, dukungan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga. Untuk mengetahui minat dengan kunjungan pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Astanaanyar Kota Bandung Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Sempel dalam penelitian ini adalah semua wanita usia subur usia 30-50 tahun yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Astanaanyar pada bulan Agustus 2023 sebanyak 94 orang. Instrumen berupa lembar wawancara. Analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Diketahui Hampir seluruh responden tidak melakukan kunjungan pemeriksaan IVA (80,9%) dan sebagian besar responden tidak minat terhadap pemeriksaan IVA (59,6%). Terdapat hubungan antara minat dengan kunjungan pemeriksaan IVA Kata Kunci: Minat, Pemeriksaan IVA, WUS
Penyuluhan Kenali dan Cegah Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Remaja Sejak Dini Novitasari, Dhini Wahyuni; Aliansy, Diani; Zakiah, Neneng; Silvia, Melani; Alia, Assila Rahma; Hanapi, Tania; Wahyuni, Siti; Nurjanah, Tina
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vy8yr651

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalamimasalah gizi, salah satunya Kekurangan Energi Kronik (KEK), akibat meningkatnya kebutuhan nutrisi pada masa pertumbuhanyang tidak diimbangi dengan asupan gizi yang adekuat. Tingginyaprevalensi KEK pada remaja putri, baik secara global maupunnasional, berpotensi menimbulkan dampak jangka panjangterhadap kesehatan, konsentrasi belajar, serta kesehatanreproduksi di masa depan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdiankepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pencegahanKekurangan Energi Kronik (KEK) sejak dini. Kegiatandilaksanakan di SMA Mekarwangi Lembang pada tanggal 14 Januari 2026 dengan melibatkan 27 siswi kelas XII. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif terintegrasimelalui penyuluhan gizi, difusi ilmu pengetahuan dan teknologiberupa media edukasi, pelatihan sederhana, serta diskusiinteraktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttestuntuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remajaputri setelah diberikan penyuluhan, yang terlihat darimeningkatnya jumlah peserta yang mampu menjawab pertanyaandengan benar pada posttest dibandingkan pretest. Temuan inimenunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman remajamengenai KEK. Kegiatan ini penting sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah KEK serta mendukung terbentuknyaperilaku gizi sehat pada remaja putri secara berkelanjutan. Kata kunci: Pencegahan,Kekurangan Energi Kronik,RemajaPutri
BATUK (Bangun Aksi Tuntas Untuk Keluarga): Intervensi Edukasi Tuberkulosis untuk Membangun Keluarga Sadar Gejala di Dusun Sukamanah Kabupaten Sumedang Cahya, Nafisha Kania; Nurjanah, Siti; Novitasari, Dhini Wahyuni; Nurjulika, Siti; Kurnia Putri, Amanda Rizkita; Sintia, Rina; Azzahra, Sarah Khaerunisa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1309

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan seperti Dusun Sukamanah, RW 05, Desa Sukamaju. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang gejala TBC seperti batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, demam malam hari, penurunan berat badan drastis, sesak napas, dan kelelahan, serta pentingnya pengobatan dini melalui program DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) yang disediakan gratis oleh puskesmas setempat. Selain itu, penyuluhan ini menekankan langkah pencegahan praktis, seperti menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang sakit, vaksinasi BCG untuk anak-anak, dan menghindari merokok yang dapat memperburuk risiko infeksi. Metode penyuluhan meliputi pertemuan kelompok dengan presentasi, poster, dan sesi tanya jawab, melibatkan 30 peserta. Hasilnya, pengetahuan peserta pre-test 70% dan post-test 94,6%, dengan komitmen untuk melapor gejala dini.