Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Naratif Film Ipar Adalah Maut Karya Hanung Bramantyo Pengembangan Bahan Ajar Teks Narasi Yunanda, Resta; Munir, Sirojul; Agustini, Rina
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur naratif dalam film Ipar Adalah Maut karya Hanung Bramantyo serta potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar mengidentifikasi dan menjelaskan struktur teks narasi dengan tepat. Film ini mengangkat kisah nyata tentang perjalanan hidup yang dilalui oleh Nisa, serta bagaimana keserakahan dan perselingkuhan akan merenggut kebahagiaan dalam kehidupan kita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis pustaka, dokumentasi, dan analisis. Proses tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi struktur naratif yang terdapat pada dialog, karakter, adegan dan alur cerita dengan menggunakan teori struktur naratif menurut Pratista (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung struktur naratif seperti cerita dan plot, tokoh, ruang, konflik, urutan waktu linear, tujuan dan pola  struktur naratif. Berdasarkan temuan tersebut, film Ipar Adalah Maut dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam bahan ajar mengidentifikasi dan menjelaskan struktur teks narasi dengan tepat. Pemanfaatan media populer seperti film yang hangat dibicarakan dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap kemampuan analisisnya yang disajikan dalam karya sastra yang ditonton.Kata Kunci: Naratif, Film, Bahan Ajar, Drama, Film Ipar Adalah Maut
Islamic Educational Values in the Implementation of the Ngarosul Tradition among the Community of Margabakti Village, Cibeureum District, Tasikmalaya Yunanda, Resta; Aropah, Imas; Iqbal, Mohammad Iqbal; Hamdani, Djaswidi Al; Rizal, Soni Samsu
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10227

Abstract

Etymologically the ngarosul ritual is a local tradition that centers on appointing an individual deemed religiously competent to lead prayers for a person who is approaching death. The core of this tradition lies in the community’s spiritual supplication: if the person being prayed for is still granted the opportunity to live, it is hoped that they will be swiftly restored to health; however, if their time has come, it is expected that their passing will occur peacefully and without obstacles. This study aims to provide an in-depth description of the Islamic educational values embedded within the practice of the ngarosul tradition in Cibeureum, Tasikmalaya. The researcher employed a qualitative approach through field research to examine this phenomenon empirically. Data were collected comprehensively through observation and in-depth interviews with informants, as well as direct engagement with the research setting and the ritual activities taking place. Based on the analysis, the study found that the ngarosul practice embodies strong religious and educational values that significantly influence the spiritual life of the local community. This tradition not only functions as a ritual expression but also serves as a medium for internalizing Islamic teachings, particularly those relating to tawakkul (trust in God), sincere effort, respect for the processes of life and death, and the reinforcement of social solidarity within the community