Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI AWAL DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR 0-7 HARI DI RS PKU MUHAMMADIYAH SAMPANGAN SURAKARTA Ekorini, Nevi; Kusdhiarningsih, Betty
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v8i1.999

Abstract

Banyak tindakan yang relative murah dan mudah diterapkan untuk diterapkan untuk meningkatkan Kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir. Salah satunya adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) segera setelah lahir. Hal ini di dukung oleh pernyataan United Nations Childrens Fund (UNICEF), bahwa sebanyak 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta kematian anak balita di dunia pada tiap tahunnya bisa dicegah melalui pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan sejak tanggal kelahirannya tanpa harus memberikan makanan serta minuman tambahan kepada bayi (UNICEF, 2010). Efek dari praktik pemberian ASI pada 2174 populasi bayi cukup bulan, dan mendeteksi bahwa kadar bilirubin tinggi berkembang di kalangan bayi yang mengalami penurunan berat badab dan tidak mendapatkan ASI yang optimal.Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan pemberian ASI awal dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta, dengan menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan rancangan cross sectional, Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Pearson’s CorrelationAnalisis Bivariat dalam penelitian ini menganalisis hubungan pemberian asi awal dengan kejadian icterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta menggunakan uji  pearson correlation dan didapatkan hasil p value adalah 0,825. Hal ini berarti nilai p > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan pemberian ASI awal dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta. Menurut peneliti, ikterus pada bayi dapat berkurang ketika frekuensi pemberian ASI semakin di tingkatkan sehingga bayi mendapatkan asupan yang cukup dan dapat mengeluarkan bilirubin yang ada dalam tubuh bayi, Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan pemberian ASI awal dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta