Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Berbasis Digital : Strategi Pemasaran, Penguatan Merek, dan Legalitas Usaha dan Pengembangan Kapasitas Digital Anisa Nur Aziizah; Budi Susanto; Salsabilla Ramadhani; Anisa Al-Mas; Akbar Hermansyah; Nurhayati Suarga
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 3 No. 4 (2025): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v3i4.1408

Abstract

This Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) assistance program aims to improve business capacity, strengthen branding, expand marketing reach, and provide formal legal status to MSMEs. Activities carried out include digital marketing training, assistance in creating e-commerce accounts, designing and delivering MSME logos, providing grants for sealing equipment, and assisting in obtaining a Business Identification Number (NIB) through the OSS system. The implementation methods include initial observation, activity planning, interactive training, direct mentoring, and post-activity monitoring and evaluation. These methods are designed to ensure that MSMEs are not only equipped with technical knowledge but also empowered with the practical tools necessary for success in a competitive market. The results of the activities show an improvement in the digital marketing skills of MSMEs, allowing them to reach a wider audience through social media platforms and online advertising. The creation of logos as brand identities has significantly boosted the recognition of these businesses, helping them establish a stronger presence in their respective markets. Additionally, the enhanced product packaging quality with the provision of sealing tools has led to better product presentation, which is essential in attracting customers and increasing sales. Furthermore, the acquisition of NIBs as business legal status has provided MSMEs with greater legitimacy, enabling them to access more formal business opportunities and funding options. This program has had a positive impact on the professionalism and competitiveness of MSMEs, which has been reflected in their increased ability to market their products effectively and efficiently. However, further assistance is needed in optimizing digital promotion, such as improving online advertising strategies, and fully utilizing NIBs for better business expansion. Moreover, it is crucial to offer ongoing support and guidance to ensure that MSMEs can continue to thrive and adapt to the rapidly changing digital landscape
Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Melalui Media Tanam Jerami Padi di Desa Manikrejo Muhammad Rama Krisna Idin Yunior Idin Yunior; Muhammad Wildan Mursidan Baldan; Muhammad Hemirsyah Putranda Fadel; Sephira Arnesta Putri; Adinda Syahna; Salsabilla Ramadhani; Nur Afiqah Armadani; Kholifatur Rosyidah; Angel Fransisca tumbelaka; Vivi Indah Kusuma Dewi; Hendy Defriyanto; Mochamad Razaq Setyanto
Abdi Techno Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Abditechno
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v6i2.1923

Abstract

Desa Manikrejo, sebagai desa agraris, memiliki potensi limbah jerami padi yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal dan seringkali hanya dibakar. Kondisi ini, ditambah dengan keterbatasan alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat, menjadi dasar pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMD Universitas Jember. Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan limbah jerami padi sebagai media tanam utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat terlibat langsung dalam setiap tahapan praktis bersama mitra ahli "Jamur Sejati". Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan berhasil mengubah paradigma mereka dalam memandang limbah menjadi sumber daya produktif. Dampak paling signifikan dari program ini adalah terciptanya pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, yang dibuktikan dengan munculnya seorang wirausahawan jamur baru dari kalangan warga yang menjadikan usaha ini sebagai sumber pendapatan serius. Program ini berhasil memberikan solusi konkret terhadap isu lingkungan dengan menyediakan alternatif selain pembakaran jerami. Dengan demikian, inisiatif ini dapat disimpulkan sebagai model pemberdayaan masyarakat yang efektif, di mana sinergi antara akademisi dan warga berhasil menciptakan peluang ekonomi sekaligus menjawab tantangan lingkungan.