Muak Hara, Kuflia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Perempuan Pengrajin Kain Tenun Dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Masa Covid-19 Di Desa Wasuemba, Wabula, Kabupaten Buton Muak Hara, Kuflia; Wanti, April Lidya
Jurnal Sosiologi Miabhari Volume 1, Number 1, July 2023
Publisher : LeRIn - Universitas Dayanu Ikhsanuddin - Prodi. Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jsm.v1i1.1217

Abstract

ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini mendeskripsikan peran perempuan pengrajin kain tenun dalam ketahanan ekonomi keluarga di masa pandemi covid-19 di Desa Wasuemba Kecamatan Wabula Kabupaten Buton. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Lokasi penelitian ini di Desa Wasuemba Kecamatan Wabula Kabupaten Buton. Informan yang di ambil 4 orang dan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Perempuan Pengrajin Kain Tenun Dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Wasuemba Kecamatan Wabula Kabupaten Buton yaitu lebih ke arah jenis - jenis aktifitas sektor ekonomi rill, atau sektor yang melibatkan penjualan barang atau jasa langsung kepada konsumen akhir dan berfokus pada kebutuhan individu atau rumah tangga. Dibandingkan dengan produksi tenun yang lebih ke industri rumahan dan kebutuhan tersier, sektor rill lebih relevan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa pembatasan besar – besaran mobilitas ekonomi.
Dampak Penyeberangan Feri Labuan-Amolengo Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Labuan Bajo Kecamatan Wakorumba Utara Mawardi, Halik; Muak Hara, Kuflia; Amin, Hartini
Jurnal Sosiologi Miabhari Volume 2, Number 2, January 2025
Publisher : LeRIn - Universitas Dayanu Ikhsanuddin - Prodi. Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jsm.v2i2.1767

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak keberadaan Pelabuhan Penyeberangan Feri Labuan-Amolengo terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Labuan Bajo, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap bahwa pelabuhan telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, seperti pekerjaan sebagai buruh pelabuhan, pedagang, serta pemilik usaha kecil. Peningkatan mobilitas masyarakat juga mempermudah akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok. Selain itu, keberadaan pelabuhan turut meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada sektor perikanan serta pertanian rumput laut. Namun, dampak negatif juga muncul, seperti berkurangnya lahan bagi nelayan dan petani rumput laut serta potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas pelabuhan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang seimbang untuk memastikan manfaat pelabuhan dapat dinikmati secara berkelanjutan. Kesimpulannya, meskipun pelabuhan memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat, dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam mengatasi tantangan yang ada guna menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kaombo: Prosesi Upacara Pingitan Dan Gejala Perubahannya Dalam Kehidupan Masyarakat Desa Lasori Kabupaten Buton Tengah Ayu, Lilis; Abdullah, Asran; Muak Hara, Kuflia
Jurnal Sosiologi Miabhari Volume 3, Nomor 1, July 2025
Publisher : LeRIn - Universitas Dayanu Ikhsanuddin - Prodi. Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jsm.v3i1.1913

Abstract

This study aims to explore the stages of the Kaombo ritual (female seclusion rite) as practiced by its participants, as well as to examine the emerging patterns of change in the performance of the Kaombo ceremony within the social life of the Lasori Village community in Central Buton Regency. Employing a qualitative approach with a descriptive-analytical method, the study collected data through interviews, observation, and documentation. The informants included traditional leaders or religious figures, bhisa (ritual guides), ritual actors, and participants of Kaombo. The findings indicate that the Kaombo ritual in Lasori Village consists of three major stages: the preparatory phase, the execution phase, and the concluding phase. Moreover, the study identified significant changes in the conduct of the Kaombo ritual, which include alterations in the timing of the ceremony, modifications in traditional clothing, and the incorporation of modern elements into certain aspects of the ritual process. These transformations have led to a gradual shift in both the symbolic meaning and the structural form of the Kaombo ritual, reflecting broader sociocultural changes within the community.