Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Avascular Necrosis of The Hip Joint Due to Fracture Caput Femur: a Case Report Masithah, Safitri Indah; Nabilah, Nabilah; Kusumawindani, Dananti; Maharani, Andi Ratna Kartika
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i8.6955

Abstract

Avascular necrosis can occur for a variety of causes, both traumatic and atraumatic. The blood supply to the head of the femur can be easily disrupted, leading to avascular necrosis in 15% to 50% of cases of caput femoris fractures. A 72-year-old woman with a history of falls 3 months before admission to the hospital. There was pain in the left pelvic joint and difficulty walking since then. The patient was diagnosed with avascular necrosis and treated with heparin. The goal is to relieve pain, prevent further damage, restore blood supply, and improve the function of the affected joint.
Infeksi pada Lanjut Usia: Epidemiologi, Risiko, dan Pendekatan Klinis Safitri Indah Masithah; Muhammad Rifqo Hafidzudin Farid; Tri Pudy Asmarawati; Erika Marfiani; Andi Ratna Kartika Maharani; Nabilah Nabilah; Dananti Kusumawindani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5811

Abstract

Infeksi merupakan penyebab utama morbiditas, mortalitas, dan rawat inap pada populasi lanjut usia. Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan proporsi individu ?65 tahun dengan multimorbiditas dan kerentanan terhadap infeksi semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif epidemiologi, faktor risiko, patofisiologi, manifestasi klinis, serta pendekatan diagnosis, tatalaksana, dan pencegahan infeksi pada pasien geriatri. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah terkait infeksi pada lanjut usia di berbagai setting pelayanan kesehatan, termasuk komunitas, rumah sakit, dan fasilitas perawatan jangka panjang. Hasil kajian menunjukkan bahwa infeksi yang paling umum pada lanjut usia meliputi pneumonia, infeksi saluran kemih, sepsis, serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Faktor risiko utama mencakup imunosenesens, inflamaging, malnutrisi, frailty, komorbiditas kronik, serta paparan lingkungan medis seperti penggunaan alat invasif dan antibiotik spektrum luas. Manifestasi klinis sering bersifat atipikal sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis. Tatalaksana memerlukan pendekatan individual dengan mempertimbangkan perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik pada lanjut usia, serta pentingnya antimicrobial stewardship. Kesimpulannya, infeksi pada geriatri merupakan kondisi kompleks yang memerlukan pendekatan multidisiplin, deteksi dini, serta strategi pencegahan yang komprehensif guna menurunkan beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.