Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Infeksi pada Lanjut Usia: Epidemiologi, Risiko, dan Pendekatan Klinis Safitri Indah Masithah; Muhammad Rifqo Hafidzudin Farid; Tri Pudy Asmarawati; Erika Marfiani; Andi Ratna Kartika Maharani; Nabilah Nabilah; Dananti Kusumawindani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5811

Abstract

Infeksi merupakan penyebab utama morbiditas, mortalitas, dan rawat inap pada populasi lanjut usia. Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan proporsi individu ?65 tahun dengan multimorbiditas dan kerentanan terhadap infeksi semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif epidemiologi, faktor risiko, patofisiologi, manifestasi klinis, serta pendekatan diagnosis, tatalaksana, dan pencegahan infeksi pada pasien geriatri. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah terkait infeksi pada lanjut usia di berbagai setting pelayanan kesehatan, termasuk komunitas, rumah sakit, dan fasilitas perawatan jangka panjang. Hasil kajian menunjukkan bahwa infeksi yang paling umum pada lanjut usia meliputi pneumonia, infeksi saluran kemih, sepsis, serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Faktor risiko utama mencakup imunosenesens, inflamaging, malnutrisi, frailty, komorbiditas kronik, serta paparan lingkungan medis seperti penggunaan alat invasif dan antibiotik spektrum luas. Manifestasi klinis sering bersifat atipikal sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis. Tatalaksana memerlukan pendekatan individual dengan mempertimbangkan perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik pada lanjut usia, serta pentingnya antimicrobial stewardship. Kesimpulannya, infeksi pada geriatri merupakan kondisi kompleks yang memerlukan pendekatan multidisiplin, deteksi dini, serta strategi pencegahan yang komprehensif guna menurunkan beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Paget-Schroetter Syndrome: A Case Report of Upper Extremity Deep Vein Thrombosis in A Healthy Young Man Nabilah Nabilah; Ugroseno Yudho Bintoro; Andi Ratna Kartika; Dananti Kusumawindani; Safitri Indah Masithah; M Rosyid Narendra; Resa Felani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5989

Abstract

Paget-Schroetter Syndrome (PSS), also known as effort thrombosis, is a rare form of primary upper extremity deep vein thrombosis (UEDVT) caused by compression of the subclavian–axillary vein at the thoracic outlet. It typically affects young, healthy individuals following strenuous physical activity. Due to its potential for long-term morbidity, proper diagnosis and appropriate anticoagulation management are essential. Case Presentation: A 24-year-old healthy male presented with a three-day history of sudden swelling, erythema, pain, and numbness in his left upper extremity. Symptoms emerged several hours after playing basketball. Physical examination revealed significant edema of the left arm, although peripheral pulses remained intact. Laboratory investigations showed a markedly elevated D-dimer level of 4249.03 ng/mL, while coagulation profiles were within normal limits. Doppler ultrasound confirmed thrombosis in the left subclavian and axillary veins. The patient was diagnosed with PSS and initiated on oral rivaroxaban (15 mg once daily). At the two-week follow-up, the D-dimer level had decreased to 1789 ng/dL with clinical improvement. After one month of therapy, the edema had completely resolved, and the D-dimer level normalized to 372 ng/mL. Consequently, anticoagulation therapy was discontinued, and the patient was scheduled for long-term monitoring. Conclusion: This case highlights the classic presentation of Paget-Schroetter Syndrome in a young athlete. Early recognition and the use of direct oral anticoagulants (DOACs) such as rivaroxaban can lead to rapid clinical resolution and normalization of laboratory markers. A high index of suspicion is required when evaluating acute unilateral arm swelling in young individuals following physical exertion