Sudarmini , Heni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perawatan Ibu Hamil: Strategi Edukasi, Pemantauan, dan Penanganan Risiko Bahaya Kehamilan Sudarmini , Heni; Kurniati, Ayu
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jliper.v3i1.115

Abstract

Kehamilan merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kesehatan ibu dan janin. Berbagai komplikasi seperti preeklamsia, perdarahan, diabetes gestasional, dan infeksi dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi. Oleh karena itu, identifikasi bahaya kehamilan serta strategi perawatannya menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan komplikasi dan penurunan angka kesakitan serta kematian maternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal, dan laporan penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2018–2024 melalui database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Kriteria inklusi mencakup publikasi berbahasa Indonesia dan Inggris yang membahas bahaya kehamilan serta strategi perawatan. Analisis dilakukan dengan mengekstraksi informasi terkait jenis bahaya kehamilan, faktor risiko, dan intervensi perawatan yang efektif. Hasil telaah menunjukkan bahwa bahaya kehamilan paling sering meliputi preeklamsia, perdarahan antepartum, anemia, diabetes gestasional, dan infeksi. Faktor risiko utama antara lain usia ibu, riwayat obstetri, status gizi, dan penyakit penyerta. Strategi perawatan efektif meliputi deteksi dini melalui ANC (antenatal care), edukasi gizi, pengendalian penyakit penyerta, manajemen medis sesuai kondisi, serta pendampingan psikososial. Literature review ini menegaskan pentingnya perawatan terintegrasi yang melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, dan lingkungan. Implementasi perawatan berbasis bukti dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan, meningkatkan kesehatan ibu, serta mendukung keberhasilan persalinan yang aman.
Pengaruh Olahraga terhadap Kesehatan Ibu Hamil Sudarmini , Heni; Kurniati, Ayu
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/0916v403

Abstract

Kehamilan merupakan periode fisiologis yang disertai perubahan sistem kardiovaskular, metabolik, hormonal, dan muskuloskeletal yang dapat meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik selama kehamilan direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan maternal dan luaran kehamilan. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh olahraga terhadap kesehatan ibu hamil berdasarkan sintesis literatur ilmiah terkini. Penulisan menggunakan pendekatan narrative literature review dengan sumber data berupa artikel penelitian primer, systematic review, meta-analisis, serta pedoman resmi dari organisasi kesehatan internasional yang diperoleh melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan topik aktivitas fisik pada kehamilan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu pada ibu tanpa kontraindikasi medis aman dan bermanfaat. Olahraga berkontribusi dalam meningkatkan fungsi kardiovaskular dan sensitivitas insulin, sehingga menurunkan risiko diabetes gestasional, hipertensi gestasional, dan preeklamsia. Selain itu, aktivitas fisik membantu mengontrol kenaikan berat badan, mengurangi keluhan nyeri punggung dan panggul, serta meningkatkan kesehatan mental dengan menurunkan risiko depresi perinatal. Dapat disimpulkan bahwa olahraga selama kehamilan merupakan intervensi berbasis bukti yang mendukung kesehatan ibu secara fisik dan psikologis, dengan catatan pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip moderasi, individualisasi, dan kondisi medis masing-masing ibu.