Gunandi, Farid
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problem Based Learning Design Based on Culturally Responsive Teaching for Understanding the Concept of Opportunity Drajat, Widi Rahmawati; Gunandi, Farid; Rosyadi, Rosyadi; Komariah, Komariah
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 10, No 2 (2025): Volume 10 Number 2, September 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v10i2.6906

Abstract

This study aims to develop a mathematics learning design that integrates Problem-Based Learning (PBL) with the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach to improve the understanding of probability among Grade XII SMK students. The background of this study is the problem of low student understanding of probability material caused by minimal mathematical reasoning skills, low motivation to learn, and the dominance of conventional methods such as lectures and practice questions. Students also have difficulty solving contextual problems and applying enumeration rules. The CRT approach is considered to make learning more relevant because it links the material to the student's cultural background, while PBL encourages active participation and the development of critical thinking skills through solving real problems. The research method used is the 4D development model, which consists of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. In the Define stage, a needs analysis is conducted through teacher interviews to determine the challenges and readiness to implement PBL-CRT-based learning. The design stage produces a prototype of the learning design, teaching modules, and evaluation tools. The development phase includes a feasibility test by experts, a practical test in the classroom, and an effectiveness test by analyzing students' interests and learning outcomes. The results of the feasibility test showed that the module was feasible to use (Asymp. Sig = 0.004 <0.05), the practicality test obtained a score of 4 and 5 out of 97%, and the effectiveness test showed that the module significantly increased learning interest (Sig. = 0.01 <0.05). The dissemination phase was carried out by distributing the learning products online through the website. The results of the study showed that the learning design combining PBL and CRT can significantly improve students' understanding of mathematical concepts and create a learning atmosphere.Desain Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Culturally Responsive Teaching terhadap Pemahaman Konsep PeluangABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran matematika yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) guna meningkatkan pemahaman konsep peluang pada siswa kelas XII SMK. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap peluang materi, yang disebabkan oleh minimnya keterampilan penalaran matematis, rendahnya motivasi belajar, serta dominasi metode konvensional seperti ceramah dan latihan soal. Siswa juga kesulitan dalam menyelesaikan soal kontekstual dan menerapkan kaidah pencacahan. Pendekatan CRT dinilai mampu menjadikan pembelajaran lebih relevan karena materi terkait dengan latar belakang siswa, sementara PBL mendorong keterlibatan aktif dan pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pemecahan masalah nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4D, yang terdiri atas tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pada tahap Define, dilakukan analisis kebutuhan melalui wawancara dengan guru untuk mengetahui tantangan dan kesiapan penerapan pembelajaran berbasis PBL-CRT. Tahap Desain menghasilkan prototipe rencana pembelajaran, modul terbuka, dan instrumen evaluasi. Tahap Pengembangan meliputi uji kelayakan oleh para ahli, uji kepraktisan di kelas, serta uji efektivitas melalui analisis minat dan hasil belajar siswa. Hasil uji kelayakan menunjukkan modul layak digunakan (Asymp.Sig = 0.004 < 0.05), uji kepraktisan memperoleh skor 4 dan 5 sebesar 97%, dan uji efektivitas menunjukkan bahwa modul meningkatkan minat belajar secara signifikan (Sig. = 0.01 < 0.05). Tahap Disseminate dilakukan melalui penyebaran produk pembelajaran secara berani melalui website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang menggabungkan PBL dan CRT mampu meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa secara signifikan, serta menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif, kontekstual, dan relevan dengan pengalaman serta budaya siswaKata Kunci :problem based learning; culturally responsive teaching; peluang; desain pembelajaran; pemahaman konsep
Desain Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Konsep Kaidah Pencacahan Azzahra, Vista Ulya; Gunandi, Farid; Mellawaty, Mellawaty; Komariah, Komariah
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v8i2.14880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi Kaidah Pencacahan di SMK. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Pada tahap Define, hasil wawancara dengan guru menunjukkan rendahnya pemahaman konsep dasar siswa dan minimalnya penerapan model PBL dalam pembelajaran matematika. Tahap Desain meliputi penyusunan perangkat ajar berupa skenario pembelajaran, LKPD, bahan ajar, dan evaluasi berbasis teknologi. Pada tahap Develop, dilakukan validasi ahli, uji praktis, dan uji efektivitas dengan hasil bahwa modul ajar tergolong layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Uji praktis menunjukkan respon positif dari siswa dan pengamat, sementara uji-t dan Chi-Square menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep siswa. Tahap Disseminate dilakukan melalui penyebarluasan produk digital untuk mendukung akses dan kolaborasi yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara sistematis dapat meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, dan pemahaman konsep siswa. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis masalah relevan digunakan untuk menjawab tantangan pembelajaran abad 21 yang menekankan pada berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.
DESAIN PEMBELAJARAN MATERI MATRIKS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP Aulia, Rubayyi; Gunandi, Farid; Nandang, Nandang; Surono, Nono
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.4788

Abstract

This research was motivated by students' difficulties in understanding the concept of matrices, leading to the development of a learning design aimed at improving this understanding. The focus of this research was the development of a learning design for matrices using the Problem-Based Learning (PBL) model. The research method adopted was the 4D development model, which includes four important stages. The Define stage was conducted through interviews with mathematics teachers to analyze learning needs. The Design stage focused on designing PBL-based learning modules and supporting tools. The Develop stage involved a series of tests, including a feasibility test by experts, a practical test in the classroom, and an effectiveness test through a post-test to measure conceptual understanding. The final stage, Disseminate, was conducted by publishing the module online. The results of the study indicated that the developed learning module was deemed feasible for use (Sig. <0.05). Furthermore, the module proved practical, supported by 88% of students and 100% of observers, and significantly effective in improving students' conceptual understanding (Sig. <0.05). In conclusion, these findings confirm that implementing PBL in matrix learning can be a solution to address student learning difficulties, enabling deeper and more meaningful understanding. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami konsep materi matriks, sehingga dikembangkan sebuah desain pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pemahaman tersebut. Fokus penelitian ini adalah pengembangan desain pembelajaran materi matriks dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang diadaptasi adalah model pengembangan 4D, yang mencakup empat tahapan penting. Tahap Define dilaksanakan melalui wawancara dengan guru matematika untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran. Tahap Design berfokus pada perancangan modul ajar dan perangkat pendukung berbasis PBL. Tahap Develop melibatkan serangkaian pengujian, meliputi uji kelayakan oleh para pakar, uji kepraktisan di kelas, serta uji efektivitas melalui post-test untuk mengukur pemahaman konsep. Tahap akhir, Disseminate, dilakukan dengan mempublikasikan modul secara daring. Hasil penelitian menunjukkan temuan utama bahwa modul ajar yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan (Sig. < 0,05). Selain itu, modul terbukti praktis, didukung oleh 88% siswa dan 100% observer, serta efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa (Sig. < 0,05). Kesimpulannya, temuan ini mengkonfirmasi bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran matriks dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa, memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna.