Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan : Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda di Universitas Sariputra Indonesia Tomohon Walewangko, Alfriando; Zamli, Zamli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i1.136

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa kesehatan, sehingga memerlukan strategi edukasi dini berbasis literasi dan pemberdayaan mahasiswa keperawatan sebagai agen perubahan preventif. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mencapai peningkatan pemahaman kritis tentang narkoba (jenis, dampak fisiologis-psikologis-sosial, dan konsekuensi hukum), penguatan kesadaran preventif melalui simulasi deteksi peredaran narkoba kampus dan resistensi tekanan sebaya, serta pengembangan ketahanan mental via manajemen stres dan pengambilan keputusan etis berbasis studi kasus nyata. Metode kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan melibatkan peserta secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, presentasi tentang bahaya narkoba. Dianalisis secara deskriptif hasil pre-test dan post-test. Skor yang lebih tinggi dianggap sebagai ukuran efektivitas pendidikan. Selain itu, foto dan umpan balik peserta digunakan untuk mengdokumentasikan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan edukasi berbasis materi interaktif dan simulasi berhasil meningkatkan pemahaman kritis mahasiswa (18-20 tahun) tentang bahaya narkoba secara signifikan dari 36,3% (kategori cukup) menjadi 78,8% (kategori baik) dalam aspek jenis narkoba, dampak fisiologis-psikologis-sosial, konsekuensi hukum, serta strategi deteksi peredaran narkoba kampus dan manajemen stres. Dapat disimpulkan Penyuluhan bahaya narkoba berbasis simulasi interaktif meningkatkan pemahaman mahasiswa, membuktikan efektivitas pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek medis, psikososial, hukum, dan kontekstualitas kampus.
PATIENT FAMILIES' EXPERIENCES IN THE INFORMED CONSENT PROCESS AT GMIM BETHESDA TOMOHON HOSPITAL: A QUALITATIVE STUDY Walewangko, Alfriando; Adam, Arlin; Alim, Andi
HEARTY Vol 13 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i5.21064

Abstract

Informed consent is a crucial aspect of healthcare services that emphasizes effective communication between medical personnel, patients, and families, especially in high-risk medical procedures. This study aims to understand the experiences of patients’ families during the informed consent process at RSU GMIM Bethesda Tomohon, considering communication dynamics, cultural values, and medical decision-making. A qualitative case study method was used, involving in-depth interviews, observations, and documentation with families of patients who underwent informed consent for surgical procedures. The results show that communication occurs both verbally and in writing with a participatory two-way pattern. The credibility of medical staff, particularly specialist doctors, enhances family trust and acceptance of medical decisions. The collectivist cultural values of the Minahasa community play a role in decision-making through family deliberation. Empathetic, clear, and repeated communication reduces psychological barriers and improves understanding of medical risks. Families act as decision-makers, emotional supporters, and moral responsible parties for medical actions. The study recommends standardizing informed consent communication procedures based on local culture, involving responsible doctors directly in information delivery, and providing empathetic communication training for medical staff. Flexible communication policies and regular evaluations of medical communication quality are also necessary to protect patient rights and improve the quality of humane healthcare services.