Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELESTARIAN DAN REVITALISASI RUMAH TRADISIONAL BATAK TOBA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI DANAU TOBA Lase, Apriliani; Lase, Apriliana; Tambunan, Jessica Ignatia
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.722

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the impact of traditional Batak Toba houses as a potential tourist attraction that is currently heading towards extinction and how the concept of preservation and revitalization is in maintaining tourist attractions. This study adopts a mixed method/combining quantitative and qualitative approaches (mix methods). Data collection techniques use in-depth interviews, questionnaires, observations, documentation studies, literature studies and online data searches. Primary data sources obtained directly from direct observation and interviews consisting of the government and private sectors (stakeholders), as well as distributing questionnaires using Google Form to 100 respondents with purposive sampling techniques and based on tourist visits who have visited the Lake Toba area based on the point of attraction of visiting, cleanliness conditions, security guarantees, satisfaction with management services, satisfaction with tourist attractions, satisfaction during tourism. The results of the study showed that tourist responses to the quality of the Traditional House tourist attraction still have a high percentage value of 60.8% and are followed by a level of satisfaction in tourism of 45.7%. However, the point of cleanliness still has a low percentage of 20.6, meaning the importance of improving cleanliness in the tourist area located in the Lake Toba area, Samosir. Good attention and cooperation from the local government to the private sector is very important to maintain and preserve buildings so as to create comfort for tourists who visit, as well as tourism awareness that is very necessary to be increased to support progress in the Lake Toba tourist area. The role of the community is also very much needed in the development of traditional house tourism objects so that they do not go extinct but this area increasingly shows its identity in its preservation and revitalization..Keywords: Traditional Batak House; Attraction; Tourist Visits; Revitalization; Lake TobaAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak rumah adat Batak Toba sebagai potensi objek wisata yang saat ini mulai menuju kepunahan serta bagaimana konsep preservasi dan revitalisasi dalam mempertahankan objek wisata. Penelitian ini menggunakan metode campuran/kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mix methods). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, angket, observasi, studi dokumentasi, studi pustaka dan penelusuran data daring. Sumber data primer diperoleh langsung dari observasi dan wawancara langsung yang terdiri dari pihak pemerintah dan swasta (stakeholders), serta penyebaran angket menggunakan Google Form kepada 100 responden dengan teknik purposive sampling dan berdasarkan kunjungan wisatawan yang pernah berkunjung ke kawasan Danau Toba berdasarkan daya tarik kunjungan, kondisi kebersihan, jaminan keamanan, kepuasan terhadap pelayanan pengelola, kepuasan terhadap objek wisata, kepuasan selama berwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon wisatawan terhadap kualitas objek wisata Rumah Adat masih memiliki nilai presentase yang tinggi yaitu 60,8% dan diikuti dengan tingkat kepuasan dalam berwisata sebesar 45,7%. Namun, poin kebersihan masih memiliki presentase yang rendah yaitu 20,6 yang berarti pentingnya peningkatan kebersihan di kawasan wisata yang terletak di kawasan Danau Toba Samosir tersebut. Perhatian dan kerjasama yang baik dari pemerintah daerah hingga pihak swasta sangat penting untuk menjaga dan melestarikan bangunan sehingga tercipta kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung, serta kesadaran wisata yang sangat perlu ditingkatkan untuk mendukung kemajuan di kawasan wisata Danau Toba. Peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam pengembangan objek wisata rumah adat agar tidak punah namun kawasan ini semakin menunjukkan jati dirinya dalam pelestarian dan revitalisasinya.Kata Kunci: Rumah Adat Batak; Daya Tarik; Kunjungan Wisatawan; Revitalisasi; Danau Toba
Peran Branding dan Digital Marketing dalam Pengembangan Usaha Mikro: Pendampingan pada UMKM Keripik Basreng MOFAKTA Levina Nathania Budhiman; John Christoffel; Elizabeth Candice Bilicenira; Raphael Nathanael Santosa; Justin Alexander; Natasya; Nathanael Oktavianus Rukmawan; William Chin; Jessica I Tambunan
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.16246

Abstract

Usaha mikro di Indonesia menghadapi tantangan dalam pengelolaan merek dan adopsi pemasaran digital, yang membatasi daya saing dan perluasan pasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran intervensi branding dan digital marketing dalam meningkatkan kinerja MOFAKTA, UMKM keripik basreng di Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan partisipatif berbasis Community Development dengan metode kualitatif deskriptif dan analisis data keuangan mitra. Data diperoleh melalui observasi dan laporan keuangan selama periode live-in (Desember 2025) dan pra-live-in (Januari 2026). Intervensi mencakup perancangan ulang kemasan, pengelolaan akun media sosial (Instagram dan TikTok), aktivasi Shopee dan Tokopedia, perluasan distribusi offline, serta pencatatan keuangan sederhana. Hasil menunjukkan peningkatan kinerja usaha: omzet Januari 2026 mencapai 2.65 kali melebihi target dan profit margin 39,14%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan identitas merek dan digitalisasi pemasaran, meskipun sederhana, berdampak signifikan terhadap performa finansial usaha mikro. Artikel ini memberikan bukti empiris efektivitas pendampingan UMKM berbasis branding dan digital marketing.
Peningkatan Minat dan Motivasi Siswa SMK terhadap Kompetensi Internet of Things (IoT) melalui Pelatihan: Mendorong Inovasi Bisnis dalam Sektor Pariwisata Digital Jessica Ignatia Tambunan; Syafrudi Syafrudi; Putu Ketri Handayani; Futri Zalzabilah Ray
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v4i3.6160

Abstract

Vocational education, such as Vocational High Schools (SMK), faces challenges such as limited facilities and low digital literacy, particularly in developing technology-based competencies for the digital tourism sector. This study aims to determine the extent to which Internet of Things (IoT) training can increase vocational high school students' interest and motivation in developing competencies related to digital tourism innovation. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through semi-structured interviews with vocational high school students directly involved in training activities. Focus Group Discussions (FGDs) were chosen to delve deeper into students' perceptions and experiences regarding their understanding and interest in the application of Internet of Things (IoT) technology in the tourism industry. This research instrument used semi-structured interviews, focus group discussions (FGDs), observation, and documentation. The results show that case study-based training helps students understand the application of IoT in a concrete manner that is relevant to their majors. Students showed increased enthusiasm, curiosity, and analytical skills in linking IoT to business innovation opportunities in the tourism sector. The conclusion of this study is that IoT training can be a strategy in preparing a skilled and adaptive workforce in the digital era.