This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Tegangan Tabung Sinar-X pada Pesawat Sinar-X Merk Toshiba dengan Insert Model BLR-1000A di Rumah Sakit Balimed Karangsem Bali: X-Ray Tube Tension Test on Toshiba Brand X-Ray Aircraft with Insert Model BLR-1000A Balimed Hospital Karangsem Bali Ryangga, Dea; Sandyartha, Arya; Astina, Yuda
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7705

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai penyimpangan keluaran tegangan tabung menggunakan alat ukur yang disebut kVp Meter pada pesawat sinar-X merk Toshiba dengan insert model BLR-1000A di Rumah sakit Balimed Karangasem Bali masih dalam batas yang diizinkan oleh ketetapan menurut Papp (2018) dan Perka BAPETEN No. 2 tahun 2018. Uji tegangan tabung wajib dilakukan pada pesawat sinar-X untuk mengetahui keluaran ataupun output pada control panel dan diukur menggunakan kVp Meter. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 dengan menggunakan metode kuantitatif pendekatan eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh kV yang digunakan mulai dari kV minimum sampai dengan maksimum. Sampel pada penelitian ini adalah 5 macam variasi nilai kV yang meliputi 40 kV, 50 kV, 60 kV, 70 kV, dan 80 kV. Penelitian uji tegangan tabung ini dilakukan dengan menggunakan faktor eksposi yaitu variasi nilai kV dari 40 kV – 80 kV, kuat arus tabung yaitu 100 mA dan waktu yaitu 0,1 second yang dilakukan eksposi sebanyak 15 kali dengan interval waktu 1 menit. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa adanya peyimpangan pada 40 kV sebesar 0,6 %, 50 kV sebesar 0,3 %, 60 kV sebesar 0,4 %, 70 kV sebesar 0,2 %, dan 80 kV sebesar 0,9 %. Persentase penyimpangan keluaran tegangan yang dihasilkan oleh pesawat sinar-X tersebut pada persentase erorr maksimal dari 40 kV – 80 kV masih dalam batas toleransi yang diizinkan yaitu menurut Papp tahun 2018 sebesar 0,9% < 5 % atau pada Perka BAPETEN No. 2 tahun 2018 0,9% <10%.