Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, khususnya di Desa Burpase dan Desa Seni Antara, telah menimbulkan dampak yang cukup serius terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Petani kopi sebagai pelaku utama sektor agribisnis di wilayah tersebut mengalami gangguan aktivitas usahatani, kerusakan lahan, serta terhambatnya akses distribusi dan pemasaran hasil kopi. Kondisi ini berpotensi menurunkan pendapatan petani dan mengancam keberlanjutan usahatani kopi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan usahatani kopi melalui aksi tanggap bencana banjir dan longsor berbasis kemitraan antara dosen Agribisnis, Perternakan dan CV Bintang Musara Rasa sebagai mitra dunia usaha sekaligus pembina desa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak, koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, penyaluran bantuan logistik kepada petani kopi, serta pendampingan awal pemulihan aktivitas agribisnis pascabencana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan mampu membantu meringankan beban masyarakat terdampak dan mempercepat pemulihan awal aktivitas usahatani kopi. Selain itu, kemitraan antara perguruan tinggi dan CV Bintang Musara Rasa berperan penting dalam meningkatkan efektivitas penanganan bencana, memperkuat ketahanan sosial ekonomi petani, serta membangun sinergi antara akademisi dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat berbasis kemitraan agribisnis dalam penanganan dampak bencana alam di wilayah