Bencana banjir dan longsor merupakan salah satu bentuk bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi di wilayah dataran tinggi Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Kondisi ini berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap keberlanjutan agribisnis kopi Arabika Gayo yang menjadi komoditas unggulan daerah dan sumber utama pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak banjir dan longsor terhadap aspek produksi kopi, pendapatan dan kesejahteraan petani, serta keberlangsungan sistem agribisnis kopi dari hulu hingga hilir. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan petani kopi, pengurus koperasi, penyuluh pertanian, serta pelaku usaha kopi, dan studi dokumentasi dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir dan longsor menyebabkan kerusakan lahan kebun kopi, meningkatnya erosi tanah, menurunnya produktivitas tanaman, terganggunya akses distribusi dan pemasaran, serta meningkatnya biaya produksi dan rehabilitasi lahan. Dampak tersebut berimplikasi pada penurunan pendapatan petani dan melemahnya daya saing agribisnis kopi. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi dan mitigasi bencana yang terintegrasi dalam sistem agribisnis kopi berbasis keberlanjutan untuk meningkatkan ketahanan petani dan menjaga keberlangsungan agribisnis kopi di wilayah rawan bencana
Copyrights © 2026