Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Harga Diri Dengan Kecemasan Terhadap Pelecehan Seksual Secara Verbal Pada Remaja Di Semarang Timur Diah Martiana Putri; Kimmy Katkar
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i1.11965

Abstract

Abstract. This study aims to empirically examine the relationship between self-esteem and anxiety in adolescents who experience verbal sexual harassment in East Semarang. The hypothesis proposed in this research is that there is a negative relationship between self-esteem and anxiety in adolescents who experience verbal sexual harassment in East Semarang. The higher a person's self-esteem, the lower the level of anxiety they experience, and vice versa, the lower a person's self-esteem, the higher the level of anxiety they experience. Meanwhile, the respondents in this study were teenagers who had experienced verbal sexual harassment in East Semarang. The method used in this research uses quantitative methods. The sampling technique used was purposive sampling. Research data was collected using a self-esteem scale and an anxiety scale. Data analysis used product moment correlation techniques with the help of SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 25. The results of this study show that there is a relationship between self-esteem and anxiety in teenagers who experience verbal sexual harassment in East Semarang. The correlation coefficient value is 0.710 with a sig value = 0.000, meaning there is a very significant relationship between self-esteem and anxiety. So the hypothesis in this research is accepted.   Keywords: (Self-esteem, Anxiety, Verbal Sexual Harassment, Adolescents)   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara harga diri dengan kecemasan pada remaja yang mengalami pelecehan seksual secara verbal di Semarang Timur. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan kecemasan pada remaja yang mengalami pelecehan seksual secara verbal di Semarang Timur. Semakin tinggi harga diri seseorang maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami, begitupun sebaliknya semakin rendah harga diri seseorang maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialaminya. Sedangkan responden dalam penelitian ini adalah remaja yang pernah mengalami pelecehan seksual secara verbal di Semarang Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala harga diri dan skala kecemasan. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan SPSS (Stastical Package for the Social Sciences) versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara harga diri dengan kecemasan pada remaja yang mengalami pelecehan seksual secara verbal di Semarang Timur. Nilai correlation coefficient yaitu 0,710 dengan nilai sig = 0,000 artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan antara harga diri dengan kecemasan. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.   Kata kunci: (Harga Diri, Kecemasan, Pelecehan Seksual Secara Verbal, Remaja)
Bimbingan Karir Life Skill untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa asal Papua Maria Yuliana Wangge; Kimmy Katkar; Adiprana Yogatama
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 7 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i3.2426

Abstract

Kematangan karier merupakan kemampuan individu dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karier sesuai tahap perkembangannya. Pada masa remaja, permasalahan karier umumnya berkaitan dengan pmilihan pendidikan yang akan ditempuh sebagai dasar penentuan pekerjaan di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan bimbingan karir untuk membantu remaja mengenali potensi diri, memahami alternatif pendidikan dan pekerjaan, serta mempersiapkan perencanaan karier secara tepat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai kematangan karier melalui layanan bimbingan karier berbasis life skill. Mitra dalam kegiatan PkM ini adalah 65 siswa SMA asal Papua yang tinggal di Asrama Binter Busih, Semarang. Metode yang digunakan adalah ceramah berupa pemberian materi terkait kesiapan serta perencanaan karier sesuai kebutuhan siswa.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti layanan bimbingan karier berbasis life skill. Hal ini dibuktikan melalui uji paired sample t-test dengan rata-rata skor pretest sebesar 40,00 dan meningkat menjadi 75,00 pada posttest Kegiatan PkM ini berkontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya perencanaan dan kesiapan karier sebagai dasar dalam menentukan pilihan pendidikan dan pekerjaan di masa depan.