p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tanzhim
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengambilan Keputusan Perjanjian Hudaibiyah Dengan Model Bounded Rationality Ridoi, Ahmad
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.47

Abstract

Proses pengambilan keputusan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Perjanjian Hudaibiyah menggunakan pendekatan bounded rationality dari Herbert A. Simon merupakan kajian yang menarik. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, keterbatasan informasi, tekanan waktu, dan kompleksitas dinamika dakwah, situasi konflik maupun peperangan yang dihadapi, Nabi tidak memilih keputusan yang paling optimal secara teoritis, melainkan yang satisficing—cukup baik dan realistis. Bounded rationality lebih relevan dalam menjelaskan pengambilan keputusan di dunia nyata yang kompleks dibanding model rasional klasik. Model pengambilan keputusan ini melalui proses seleksi alternatif yang terbatas, prosedural, dan kontekstual. Dengan pertimbangan yang visioner dan adaptif, Nabi mampu mengambil keputusan yang menghasilkan dampak yang besar bagi sejarah dan kemajuan umat Islam. Dalam jangka pendek, hasilnya tampak merugikan, tetapi secara strategis sangat menguntungkan bagi perkembangan dakwah Islam. Disisi lain, dalam konteks Perjanjian Hudaibiyah, pengambilan keputusan yang dilakukan kaum Quraisy, mengalami proses yang lebih timpang dalam persiapan dan prosedur pengambilan keputusannya, sehingga mempengaruhi proses keputusan poin-poin perjanjian dan evaluasi hasil perjanjian yang dilakukan oleh kaum Quraisy, akhirnya meminta perubahan bahkan melakukan pelanggaran atas perjanjian. Menggunakan metode penelitian historical case study, penulis mencoba melakukan intepretasi dan merekonstruksi pengalaman sejarah yang terbatas pada peristiwa Perjanjian Hudaibiyah dengan berbagai konteks yang melingkupinya. Studi ini dengan demikian, memperkaya perspektif keislaman dalam studi manajemen dan pengambilan keputusan.
Resolusi Konflik dalam Piagam Madinah: Sebuah Perspektif Manajemen Konflik dalam Membangun Aturan Sosial Ridoi, Ahmad
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v2i2.30

Abstract

Realitas Piagam Madinah merupakan suatu fakta sejarah bagaimana nabi Muhammad melakukan resolusi konflik diantara dua suku besar yang sedang berkonflik di Madinah yakni kaum suku Aus dan Khazraj. Konflik tersebut berlangsung selama 600 tahun lebih yang menimbulkan banyak korban jiwa, kerugian ekonomi dan lainnya. Konflik juga diperparah dengan kehadiran kaum Yahudi yang menghendaki konflik menjadi permanen. Nabi Muhammad saw dengan semangat ajaran Islam mampu menyelesaikan konflik diantara mereka, menjadi pelajaran sejarah yang amat besar dan berharga. Resolusi konflik merupakan proses untuk mencapai keluaran konflik dengan menggunakan metode resolusi konflik. Metode resolusi konflik adalah proses manajemen konflik yang digunakan untuk menghasilkan keluaran konflik. Dengan pendekatan resolusi konflik yang telah dikelompokkan oleh Wirawan dalam bukunya Manajemen Konflik: Teori, Aplikasi, dan Penelitian, berusaha membaca dan menganalisis langkah-langkah nabi Muhammad saw dalam menyelesaikan konflik di masyarakat Madinah, beberapa waktu setelah beliau berhijrah di Madinah. Resolusi konflik yang dihadirkan oleh nabi Muhammad tidak hanya menyelesaikan konflik, namun juga memberikan suatu kesolidan bagi warga Madinah untuk menghadapi tantangan zaman serta potensi dan ancaman konflik-konflik sosial, politik, ekonomi dan agama dimasa yang akan datang.