Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA SMAN 40 JAKARTA Komang Kareena Prameswari Utami Perbawa; Olivia Charissa
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34836

Abstract

Ketidakseimbangan antara asupan gizi dan aktivitas fisik dapat menyebabkan masalah gizi, baik itu kekurangan maupun kelebihan. Jika kekurangan asupan gizi terjadi dalam jangka waktu yang panjang, hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan serta kekurangan zat gizi lainnya. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 40 Jakarta Utara yang dilaksanakan pada bulan Januari 2024 dengan tujuan mencari hubungan antara asupan gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi. Dari data primer didapatkan 291 siswa yang menjadi responden, terdapat 232 responden (79,5%) yang memiliki asupan gizi kurang, 56 responden (19,2%) dengan asupan normal, dan 4 responden (1,4%) dengan asupan lebih. Dalam hal aktivitas fisik, 180 responden (61,6%) melakukan aktivitas rendah, 90 responden (30,8%) melakukan aktivitas fisik sedang, dan 22 responden (7,5%) melakukan aktivitas fisik tinggi. Status gizi siswa dibagi menjadi tiga kategori: kurang, normal, dan berlebih. Ditemukan 81 responden (27,7%) yang masuk dalam kategori gizi kurang, 161 responden (55,1%) dalam kategori gizi normal, dan 50 responden (17,1%) dalam kategori gizi berlebih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMAN 40 Jakarta umumnya memiliki asupan gizi yang kurang, tingkat aktivitas yang rendah dan status gizi yang normal.
Korelasi Pemeriksaan Antropometri Dasar dengan Tekanan Darah, Gangguan Metabolik, dan Fungsi Ginjal Olivia Charissa; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.7976

Abstract

The increasing prevalence of metabolic syndrome and chronic kidney disease underscores the need for simple, low-cost, and community-applicable screening indicators. This study aimed to evaluate the association between basic anthropometric parameters and blood pressure, metabolic indicators, and renal function among adults in the Badui Luar community. A cross-sectional design was employed involving 41 participants who underwent anthropometric assessment, biochemical measurements, and blood pressure evaluation. Pearson correlation analysis was used to examine linear associations between variables. The results demonstrated that neck circumference exhibited significant correlations with dyslipidemia components, including LDL (r = 0.377), TC/HDL ratio (r = 0.516), and HDL (r = –0.433), indicating cervical adiposity as a strong marker of atherogenic risk. Calf circumference showed protective correlations with fasting glucose (r = –0.352) and eGFR (r = 0.322), suggesting the metabolic relevance of peripheral muscle mass in glycemic regulation and renal status. Body mass index showed a weak correlation with systolic blood pressure (r = 0.149), whereas waist and hip circumferences exhibited mild, clinically insignificant correlations with triglycerides and total cholesterol. Overall, these findings highlight that simple anthropometric measures—particularly neck and calf circumference—may serve as early indicators of cardiometabolic and renal risk in community-based screening. Further longitudinal studies with larger and more heterogeneous populations are required to validate these associations and determine the predictive power of anthropometric indicators.