Nailul Ulya, Muhim
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

An Analysis of the Sanad Transmission by K.H. Muhammad Arwani (1905 – 1994) and His Role in the Dissemination of Qiraat Sab’ah Knowledge in Indonesia Nailul Ulya, Muhim; Alkaff, Syed Abdul Rahman; Anwar, Hamdani; Ulinnuha, Muhammad
QOF Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Keiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/qof.v7i2.1400

Abstract

This research delves deeply into the analysis of the sanad network of K.H. Muhammad Arwani (1905-1994 AD) and his role in spreading of Qiraat Sab’ah in Indonesia. Utilizing historical methods and document analysis, this study elucidates the dissemination process of Qiraat Sab’ah knowledge propelled by the contributions of K.H. Muhammad Arwani and his sanad network. The research highlights interpersonal relationships, education, as well as social and cultural factors that facilitated the dissemination and acceptance of Qiraat Sab’ah knowledge among the Indonesian society at that time. The findings of this study provide profound insights into the intellectual legacy of K.H. Muhammad Arwani and how his sanad network played a pivotal role in enriching the tradition of Qiraat Sab’ah in Indonesia. The results of this research hold significant relevance in the context of Indonesia's scholarly history and make a significant contribution to our understanding of the role of scholars in supporting the dissemination of religious knowledge in society.
Hadis Larangan Memutus Hubungan Silaturahmi Nailul Ulya, Muhim; Duana Putra, Arya; Syaiful, Muhammad
Al-Bayan: Journal of Hadith Studies Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Khozinatul Ulum Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.064 KB)

Abstract

Di dunia ini manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain dengan kata lain bahwa manusia itu pada dasarnya adalah makhluk sosial dan harus mempunyai interaksi antara satu dengan yang lain. Interaksi ini dalam Islam sudah diajarkan atau bisa disebut dengan silaturahmi. Allah SWT telah melarang kepada hambanya bahwa sebagai manusia tidak boleh ada pertengkaran, permusuhan dan lain sebagainya. Karena yang seperti itu akan mengakibatkan putusnya hubungan silaturahmi antar sesama manusia. Dan itu merupakan dosa besar. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mendalami pembahasan mengenai hadist tentang larangan memutuskan hubungan silaturahmi. Dalam penulisan artikel ini mengangkat tiga permasalahan yaitu : 1) Bagaimana arti sesungguhnya dari silaturahmi, 2) Bagaimana hadis tentang larangan memutuskan hubungan silaturahmi, 3) Bagaimana adab silaturahmi, 4) Akibat memutuskan tali silaturahmi. Tujuan dalam penulisan artikel ini untuk mengetahui arti dari silaturahmi itu sendiri dan untuk mengetahui bagaimana hadis dan maknanya tentang larangan memutuskan hubungan silaturahmi. Selain itu, juga untuk mengetahui bagaimana cara menjaga hubungan silaturahmi agar tetap harmonis. Melalui metode studi literatur dengan membaca dan mengolah, dan mencatat permasalahan yang berkaitan dengan larangan memutuskan hubungan silaturahmi. Kata Kunci: Silaturahmi; Memutuskan Silaturahmi; Menyambung Silaturahmi