Mannitol Salt Agar (MSA) merupakan media selektif yang umum digunakan untuk pertumbuhan Staphylococcus aureus, namun biaya yang relatif tinggi membatasi penggunaannya di daerah dengan sumber daya terbatas. Kacang hijau (Vigna radiata L.) mengandung protein dan karbohidrat yang berpotensi mendukung pertumbuhan bakteri serta dapat menjadi alternatif bahan lokal. Mengevaluasi efektivitas media berbasis tepung kacang hijau sebagai alternatif media MSA untuk pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni dengan post test only control group. Perlakuan meliputi konsentrasi tepung kacang hijau 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%, serta MSA sebagai kontrol, masing-masing diulang lima kali. Penanaman dilakukan dengan metode streak plate menggunakan S. aureus ATCC 25923 yang diencerkan hingga 10⁻⁵. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, ANOVA satu arah, dan uji lanjutan Tukey HSD. Seluruh data berdistribusi normal dan homogen. Ditemukan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p = 0,001). Konsentrasi 5% tidak berbeda signifikan dengan MSA (p > 0,05), dengan rata-rata jumlah koloni 140,8 × 10⁶ CFU/ml, mendekati kontrol 140,4 × 10⁶ CFU/ml. Konsentrasi 6% menghasilkan jumlah koloni tertinggi namun berbeda signifikan. Pengamatan visual menunjukkan bahwa media kacang hijau memiliki kejernihan dan kontras warna yang lebih rendah dibandingkan MSA, sehingga membatasi kemudahan diferensiasi koloni. Tepung kacang hijau konsentrasi 5% berpotensi sebagai alternatif media MSA yang ekonomis untuk keperluan pendidikan dan laboratorium mikrobiologi dasar. Namun, diperlukan pengembangan untuk meningkatkan kejernihan dan kejelasan warna media agar lebih sesuai untuk aplikasi diagnostik.