Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MERAWAT TOLERANSI DI RUANG VIRTUAL: DAKWAH ISLAM MODERAT SEBAGAI STRATEGI KONTRA-RADIKALISME Gelah Aramiko; Riyandi S; Zulfan Fahmi
AT-TAWASUL Vol 3 No 2 (2024): AT TAWASUL
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/ja.v3i2.2112

Abstract

The digital era brings new opportunities and challenges for the world of da'wah. Social media has become a strategic space for shaping public opinion, including in spreading religious values. However, the proliferation of radical and intolerant religious content in virtual spaces poses a serious threat to social harmony. This article analyses how moderate Islamic da'wah can be used as a narrative strategy to nurture tolerance and prevent the spread of digital-based radicalism. This study employs a qualitative-descriptive approach using literature review methods. The findings indicate that moderate Islamic da'wah, which emphasises the values of moderation, tolerance, and interfaith dialogue, plays a crucial role in balancing religious narratives on social media and countering the infiltration of radical ideologies.
Internalisasi Nilai Islam Wasathiyah (Moderat) Untuk Mencegah Radikalisme Di Kalangan Santri Di Dayah Mudi Mesjid Raya II Namploh Blanggarang Zulfan Fahmi
Ameena Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i1.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi internalisasi nilai-nilai Islam Wasathiyah (moderat) sebagai upaya preventif terhadap radikalisme di Dayah MUDI Mesjid Raya II Namploh Blanggarang. Di tengah maraknya ideologi transnasional yang mengancam integrasi bangsa, institusi pendidikan dayah memiliki peran strategis dalam membentengi nalar keagamaan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan Pimpinan Dayah, Dewan Guru (Teungku), dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) Rekonstruksi pembelajaran Kitab Kuning (Turats) yang dikontekstualisasikan dengan realitas kekinian (fiqh al-waqi’) untuk membangun pemahaman hukum yang fleksibel; (2) Optimalisasi forum Bahtsul Masa’il sebagai laboratorium toleransi yang melatih kerendahan hati intelektual (intellectual humility) dalam menyikapi perbedaan pendapat; dan (3) Penguatan otoritas Teungku sebagai "sanad digital" dan teladan (uswah hasanah) yang membentengi santri dari paparan narasi ekstrem di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan dayah salafiyah efektif menangkal radikalisme melalui penguatan sanad keilmuan yang jelas dan integrasi semangat cinta tanah air (Hubbul Wathan).