Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi internalisasi nilai-nilai Islam Wasathiyah (moderat) sebagai upaya preventif terhadap radikalisme di Dayah MUDI Mesjid Raya II Namploh Blanggarang. Di tengah maraknya ideologi transnasional yang mengancam integrasi bangsa, institusi pendidikan dayah memiliki peran strategis dalam membentengi nalar keagamaan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan Pimpinan Dayah, Dewan Guru (Teungku), dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) Rekonstruksi pembelajaran Kitab Kuning (Turats) yang dikontekstualisasikan dengan realitas kekinian (fiqh al-waqi’) untuk membangun pemahaman hukum yang fleksibel; (2) Optimalisasi forum Bahtsul Masa’il sebagai laboratorium toleransi yang melatih kerendahan hati intelektual (intellectual humility) dalam menyikapi perbedaan pendapat; dan (3) Penguatan otoritas Teungku sebagai "sanad digital" dan teladan (uswah hasanah) yang membentengi santri dari paparan narasi ekstrem di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan dayah salafiyah efektif menangkal radikalisme melalui penguatan sanad keilmuan yang jelas dan integrasi semangat cinta tanah air (Hubbul Wathan).
Copyrights © 2026