Jamil, Bidasari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Program Triple Eliminasi dalam Mencegah Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Kota Palopo, Indonesia: Sebuah Analisis Epistemologi Deduktif Cartesian Jamil, Bidasari; Adam, Arlin
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2078

Abstract

Upaya eliminasi penularan HIV dari ibu ke anak (PMTCT) menghadapi hambatan signifikan di Indonesia, termasuk di Kota Palopo, meskipun Pemerintah telah mengadopsi Program Triple Eliminasi nasional. Efektivitas implementasi program ini di tingkat lokal masih kurang teruji dengan pendekatan sistematis dan rasional. Penelitian ini mengaplikasikan kerangka epistemologi deduktif Kartesian untuk menganalisis efektivitas Program Triple Eliminasi, dengan fokus pada apakah capaian lapangan konsisten dengan prinsip-prinsip rasional kebijakan. Berdasarkan analisis data sekunder program dari 2020 hingga 2024, teridentifikasi bahwa cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil di Kota Palopo belum memenuhi target nasional 95%. Temuan ini menunjukkan adanya diskrepansi substansial antara ekspektasi kebijakan dan kinerja program, yang memerlukan evaluasi lebih lanjut melalui penalaran deduktif dan verifikasi empiris. Artikel ini menekankan urgensi penggabungan rasionalitas filosofis dengan bukti empiris untuk formulasi dan penguatan kebijakan kesehatan publik yang lebih optimal.
Pemanfaatan nilai kearifan lokal siri’ na pesse’ dalam pencegahan stigma remaja ODHIV: A systematic literature review Jamil, Bidasari; Zamli, Zamli
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2077

Abstract

Background: Stigma against adolescents living with Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a multidimensional problem that significantly impacts mental health, social relationships, and treatment adherence. This stigma is formed through a social construction process influenced by cultural values ​​of honor and shame, and reinforced by the dynamics of interactions on social media. Purpose: To review various literature on the use of local wisdom values ​​(siri' na pesse') in preventing stigma among adolescents living with HIV. Method: A systematic literature review (SLR) of national and international journal articles was conducted based on topic suitability, use of a theoretical framework, cultural relevance, and validity of the DOI. The data extraction process was conducted using a matrix that included study characteristics, research methods, theoretical foundations, forms of stigma, the role of cultural values, types of interventions, and their relevance to local wisdom values. Results: People living with HIV experience stigma in the form of internalized, embodied, perceived, and anticipated stigma. This stigma contributes to mental health disorders, decreased social relationships, and non-adherence to treatment. Cultural values ​​regarding honor and shame, as well as the use of social media, play a role in shaping and reproducing stigma across various communities. Identified interventions include family-based, school-based, community-based, culture-based, and digital approaches. Conclusion: The findings of this study provide a conceptual foundation for developing an intervention model to prevent stigma against people living with HIV (PLHIV) based on Siri' na Pesse' cultural values, specifically in the local context of Palopo City. Suggestion: Longitudinal studies are needed to evaluate the effectiveness of culture-based interventions in reducing long-term stigma. Future research should also explore the perspectives of health workers and teachers as key actors in shaping adolescent social norms.   Keywords: Adolescents; Local Wisdom Values; People Living with Human Immunodeficiency Virus (PLHIV).   Pendahuluan: Stigma terhadap remaja Orang Dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV) merupakan permasalahan multidimensional yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental, relasi sosial, serta kepatuhan pengobatan. Stigma tersebut terbentuk melalui proses konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh nilai budaya kehormatan dan rasa malu, serta diperkuat oleh dinamika interaksi di media sosial. Tujuan: Untuk mengkaji berbagai literatur tentang pemanfaatan nilai kearifan lokal siri’ na pesse’ dalam pencegahan stigma remaja ODHIV. Metode: Penelitian systematic literature review (SLR) terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, penggunaan kerangka teori, relevansi budaya, serta validitas DOI. Proses ekstraksi data dilakukan menggunakan matriks yang mencakup karakteristik studi, metode penelitian, landasan teori, bentuk stigma, peran nilai budaya, jenis intervensi, dan relevansinya dengan nilai kearifan lokal. Hasil: Menunjukkan bahwa ODHIV mengalami stigma dalam bentuk internal, enacted, perceived, dan anticipated stigma. Stigma tersebut berkontribusi terhadap gangguan kesehatan mental, penurunan kualitas hubungan sosial, serta ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Nilai budaya kehormatan dan rasa malu, serta penggunaan media sosial, berperan dalam membentuk dan mereproduksi stigma dalam berbagai komunitas. Intervensi yang diidentifikasi meliputi pendekatan berbasis keluarga, sekolah, komunitas, budaya, dan digital. Simpulan: Temuan penelitian ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan model intervensi pencegahan stigma ODHIV berbasis nilai budaya Siri’ na Pesse’, khususnya dalam konteks lokal Kota Palopo. Saran: Diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis budaya dalam mengurangi stigma jangka panjang. Penelitian selanjutnya juga perlu menggali perspektif tenaga kesehatan dan guru sebagai aktor penting dalam membentuk norma sosial remaja.   Kata Kunci: Nilai Kearifan Lokal; Orang Dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV); Remaja.