Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Legal Awareness Legal Obedience Masyarakat dan Pemerintah Sebagai Faktor Tegaknya Negara Hukum di Indonesia Ahmad Nurun
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v6i1.204

Abstract

The progress of a nation can be seen from the level of legal awareness and legal obedience of its citizens. The higher the legal awareness and legal obedience of a country's population, the more orderly the life of society and the state will be. The factor of legal awareness and legal obedience plays an important role in the development of law, meaning that the weaker the level of legal awareness of society, the weaker the legal strictness, conversely the stronger the legal awareness, the stronger the legal obedience factor. Indonesia as a country of law. This statement indicates that all actions must be based on the legal principles of the rule of law as stated in Article 1 paragraph (3) of the 1945 Constitution. However, in Indonesia there are still many cases of legal violations committed by state officials such as the Ferdi Sambo case, as well as the case of the mutilation of a wife by her husband TBD in Ciamis, etc. Therefore, it is necessary for the author to conduct further research using empirical legal research methods using a juridical and sociological approach to measure the impact and effectiveness of Legal Awareness Legal Obedience of Society and Government as a Factor in Upholding the Rule of Law in Indonesia. Legal awareness from the community and government requires several efforts hard work and strategy in enforcing the law in Indonesia and cannot be separated from the ability and strong will of various elements both from the community and the government because it is the key to upholding the law in Indonesia so that it will lead to order and progress.
DINAMIKA POLITIK KETATANEGARAAN DALAM TRANSFORMASI PANGAN DAN ENERGI Ahmad, Nurun
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i1.69

Abstract

Transformasi sektor pangan dan energi di Indonesia menjadi prioritas strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya pasca Pemilu 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika politik ketatanegaraan dalam implementasi kebijakan lumbung pangan dan hilirisasi energi serta kesesuaiannya dengan prinsip konstitusional. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan tambahan pendekatan konseptual dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, baik sumber primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan Mahkamah Konstitusi, maupun sumber sekunder dari buku, jurnal, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara norma konstitusi (das sollen) dan praktik implementasi (das sein), tercermin dari minimnya partisipasi publik, lemahnya pengawasan legislatif, serta potensi pelanggaran hak-hak konstitusional masyarakat. Di sisi lain, stabilitas politik pasca Pemilu 2024 memberikan peluang percepatan transformasi, namun berisiko mengurangi kontrol checks and balances. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola demokratis dalam transformasi pangan dan energi agar sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD NRI 1945 dan prinsip negara hukum demokratis. Kata kunci: politik ketatanegaraan, lumbung pangan, hilirisasi energi, hak konstitusional, pemerintahan Prabowo ABSTRAK Transformasi sektor pangan dan energi di Indonesia menjadi prioritas strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya pasca Pemilu 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika politik ketatanegaraan dalam implementasi kebijakan lumbung pangan dan hilirisasi energi serta kesesuaiannya dengan prinsip konstitusional. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan tambahan pendekatan konseptual dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, baik sumber primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan Mahkamah Konstitusi, maupun sumber sekunder dari buku, jurnal, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara norma konstitusi (das sollen) dan praktik implementasi (das sein), tercermin dari minimnya partisipasi publik, lemahnya pengawasan legislatif, serta potensi pelanggaran hak-hak konstitusional masyarakat. Di sisi lain, stabilitas politik pasca Pemilu 2024 memberikan peluang percepatan transformasi, namun berisiko mengurangi kontrol checks and balances. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola demokratis dalam transformasi pangan dan energi agar sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD NRI 1945 dan prinsip negara hukum demokratis. Kata kunci: politik ketatanegaraan, lumbung pangan, hilirisasi energi, hak konstitusional, pemerintahan Prabowo