Perkembangan teknologi informasi telah mendorong instansi pemerintah untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penggunaan multi akun media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi engagement (keterlibatan) yang dibangun melalui multi akun media sosial pelayanan publik dengan pendekatan teori Use and Gratification, menggunakan studi kasus pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun dan pemohon layanan, observasi aktivitas media sosial, serta dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama masyarakat dalam mengakses konten imigrasi melalui media sosial meliputi pencarian informasi, kemudahan akses layanan, serta keterlibatan interaktif yang bersifat personal. Engagement yang tinggi pada masing-masing akun menunjukkan bahwa pengguna memperoleh kepuasan dari fungsi media sosial sebagai sarana pemenuhan kebutuhan informasi dan interaksi. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi multi akun, bila dikelola secara konsisten dan responsif, mampu meningkatkan kepercayaan publik serta mendukung transparansi pelayanan imigrasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur komunikasi digital sektor publik serta rekomendasi praktis bagi instansi pemerintah dalam optimalisasi media sosial sebagai alat pelayanan dan komunikasi dua arah.