Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah: Studi Perbandingan antara Sekolah Negeri dan Swasta Hanifah Maulidia; Nada Gustiani; Gusmaneli
Journal Educational Research and Development | E-ISSN : 3063-9158 Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jerd.v1i2.78

Abstract

The Independent Curriculum is an educational program introduced in 2022, which aims to provide autonomy to schools in preparing a curriculum that suits students' needs. This approach emphasizes student-oriented learning, with a focus on developing individual potential and life skills. In its implementation, the Independent Curriculum faces a number of challenges, such as the large number of students, limited resources, and teachers' difficulties in adapting to new methods. However, some schools have succeeded in implementing this curriculum well, showing that the right support can improve the quality of education. Private schools, with more flexibility, have the opportunity to design innovative learning programs, although they still face the same challenges. Parent and community involvement is very important to support the successful implementation of this curriculum.
Analisis Relevansi Engagement Multi Account Media Sosial Pelayanan Publik dalam Teori Use and Gratification : Studi Kasus: Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung Bagaskara, Yudha Fernanda; Hanifah Maulidia; Anida Sri Rahayu Mastur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.10231

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong instansi pemerintah untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penggunaan multi akun media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi engagement (keterlibatan) yang dibangun melalui multi akun media sosial pelayanan publik dengan pendekatan teori Use and Gratification, menggunakan studi kasus pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun dan pemohon layanan, observasi aktivitas media sosial, serta dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama masyarakat dalam mengakses konten imigrasi melalui media sosial meliputi pencarian informasi, kemudahan akses layanan, serta keterlibatan interaktif yang bersifat personal. Engagement yang tinggi pada masing-masing akun menunjukkan bahwa pengguna memperoleh kepuasan dari fungsi media sosial sebagai sarana pemenuhan kebutuhan informasi dan interaksi. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi multi akun, bila dikelola secara konsisten dan responsif, mampu meningkatkan kepercayaan publik serta mendukung transparansi pelayanan imigrasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur komunikasi digital sektor publik serta rekomendasi praktis bagi instansi pemerintah dalam optimalisasi media sosial sebagai alat pelayanan dan komunikasi dua arah.