Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEKUATAN PARTAI POLITIK ISLAM DALAM PEMILU LEGISLATIF 2024 PROVINSI JAWA BARAT (Studi Kasus Partai Persatuan Pembangunan) Rochaeni, Atik; Fujilestari, Noer Apptika; Risyah Aprimayanti
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i3.5277

Abstract

This study aims to examine the strength of the United Development Party (Partai Persatuan Pembangunan/PPP) in the 2024 Legislative Election in West Java, the most populous province in Indonesia (48.7 million people) and a national political barometer. The research focuses on PPP’s resilience as an Islamic party in facing challenges such as the fragmentation of Muslim votes due to the emergence of new parties like the Ummat Party, shifts in young voters’ preferences (56.7% under the age of 40), and the dominance of economic–inflation issues, which are the top priority for 62% of voters. Employing a qualitative approach with a case study method, the study uses the theoretical framework of political capital to map PPP’s strategies, rooted in traditionalism and the pesantren (Islamic boarding school) network. The data was obtained from the results of in-depth interviews with a number of PPP cadres, administrators, and sympathizers who were actively involved in the political process at the local level. The findings indicate that institutional capital and social capital are the key factors enabling PPP to maintain its existence amidst competition from other Islamic parties. The pesantren network serves as a solid and consistent voter base supporting PPP’s victory in the 2024 Legislative Election in West Java.
Partisipasi Generasi Milenial Dalam Mengawasi Tahapan Pemilihan Umum 2024 Noer Apptika Fujilestari; Arlan Siddha; Risyah Aprimayanti
KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial Vol. 2 No. 1 (2026): KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial
Publisher : KIPS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65980/journalkips.v2i1.92

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang partisipasi generasi milenial dalam pengawasan pemilu sebagai upaya memperkuat tata kelola demokrasi di Indonesia. Kompleksitas tahapan pemilu memerlukan keterlibatan aktif masyarakat untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan integritas proses demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, peran, dan tantangan partisipasi milenial dalam pengawasan pemilu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, yang merujuk pada buku, peraturan, dan artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki peran strategis sebagai pengawas partisipatif dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memantau tahapan pemilu dan melaporkan potensi pelanggaran. Partisipasi seperti ini meningkatkan pengawasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu, meskipun hal ini dibatasi oleh terbatasnya literasi pemilu, kapasitas kelembagaan, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga politik. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi politik dan dukungan kelembagaan sangat penting untuk mengoptimalkan partisipasi milenial dalam mencapai tata kelola pemilu yang akuntabel dan demokratis.
Partisipasi Generasi Milenial Dalam Mengawasi Tahapan Pemilihan Umum 2024 Noer Apptika Fujilestari; Arlan Siddha; Risyah Aprimayanti
KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial Vol. 2 No. 1 (2026): KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial
Publisher : KIPS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65980/journalkips.v2i1.92

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang partisipasi generasi milenial dalam pengawasan pemilu sebagai upaya memperkuat tata kelola demokrasi di Indonesia. Kompleksitas tahapan pemilu memerlukan keterlibatan aktif masyarakat untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan integritas proses demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, peran, dan tantangan partisipasi milenial dalam pengawasan pemilu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, yang merujuk pada buku, peraturan, dan artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki peran strategis sebagai pengawas partisipatif dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memantau tahapan pemilu dan melaporkan potensi pelanggaran. Partisipasi seperti ini meningkatkan pengawasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu, meskipun hal ini dibatasi oleh terbatasnya literasi pemilu, kapasitas kelembagaan, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga politik. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi politik dan dukungan kelembagaan sangat penting untuk mengoptimalkan partisipasi milenial dalam mencapai tata kelola pemilu yang akuntabel dan demokratis.