Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Kecenderungan Kecanduan Internet Pada Remaja Di Kota Medan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh kontrol diri terhadap kecenderungan kecanduan internet pada remaja di Kota Medan, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kontrol diri terhadap kecenderungan kecanduan internet. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, baik rendah maupun tingginya kontrol diri yang dimiliki oleh remaja tidak memberikan dampak langsung terhadap tingkat kecenderungan mereka mengalami kecanduan internet, faktor-faktor lain seperti pengaruh lingkungan, tekanan akademik, kebiasaan digital, dan durasi paparan internet kemungkinan lebih dominan. Penjelasan terhadap tidak signifikannya pengaruh kontrol diri ini dapat dipahami dengan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Young (2015), yang menyatakan bahwa kecanduan internet tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh kombinasi berbagai faktor internal. Faktor-faktor tersebut meliputi kebutuhan aktualisasi diri, kontrol diri, perasaan kesepian, rasa takut tertinggal informasi (fear of missing out/FoMO), serta faktor kepribadian (Big Five Personality Traits). Dengan demikian, kontrol diri bukanlah satu-satunya variabel yang menentukan apakah seorang remaja akan mengalami kecanduan internet atau tidak. Mayoritas responden memiliki kontrol diri pada kategori sedang. Berdasarkan kategorisasi, sebagian besar remaja menunjukkan tingkat kontrol diri yang cukup (kategori sedang), baik dilihat dari jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tempat tinggal, durasi penggunaan internet, maupun sejak kapan mereka mulai menggunakan internet. Kontrol diri tertinggi cenderung muncul pada usia remaja awal dan akhir, sedangkan penurunan kontrol diri terlihat pada usia remaja pertengahan (14–17 tahun).