Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

THE EFFECT OF PET ATTACHMENTS ON HAPPINESS IN PET OWNERS IN MEDAN CITY Manalu, Fera Widiana Br. Boang; Aritonang, Nancy Naomi
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.1350

Abstract

This research aims to see the effect of pet attachments on the happiness of pet owners in the city of Medan . Based on research conducted by researchers with the research title The Influence of Pet Attachments on Happiness in Pet Owners in the City of Medan, it can be concluded that: The results of this study show that there is a significant influence of pet attachments on happiness in pet owners of 11.9%. If the value of variable X (Pet Attachment) increases, there will be an influence on variable Y (Happiness). This shows that there is a positive relationship, which means that the higher the pet attachment score, the higher the happiness and vice versa. The majority of pet owners in the city of Medan have pet attachments in the medium category and pet owners in the city of Medan experience more pet attachments in the form of animal rights/animal welfare. The majority of pet owners in the city of Medan have happiness in the high category and pet owners in the city of Medan experience more happiness in the form of full involvement.
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN KECANDUAN INTERNET PADA REMAJA DI KOTA MEDAN Simamora, Yesik Irawati; Aritonang, Nancy Naomi
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/de_journal.v4i1.265

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Kecenderungan Kecanduan Internet Pada Remaja Di Kota Medan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh kontrol diri terhadap kecenderungan kecanduan internet pada remaja di Kota Medan, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kontrol diri terhadap kecenderungan kecanduan internet. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, baik rendah maupun tingginya kontrol diri yang dimiliki oleh remaja tidak memberikan dampak langsung terhadap tingkat kecenderungan mereka mengalami kecanduan internet, faktor-faktor lain seperti pengaruh lingkungan, tekanan akademik, kebiasaan digital, dan durasi paparan internet kemungkinan lebih dominan. Penjelasan terhadap tidak signifikannya pengaruh kontrol diri ini dapat dipahami dengan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Young (2015), yang menyatakan bahwa kecanduan internet tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh kombinasi berbagai faktor internal. Faktor-faktor tersebut meliputi kebutuhan aktualisasi diri, kontrol diri, perasaan kesepian, rasa takut tertinggal informasi (fear of missing out/FoMO), serta faktor kepribadian (Big Five Personality Traits). Dengan demikian, kontrol diri bukanlah satu-satunya variabel yang menentukan apakah seorang remaja akan mengalami kecanduan internet atau tidak. Mayoritas responden memiliki kontrol diri pada kategori sedang. Berdasarkan kategorisasi, sebagian besar remaja menunjukkan tingkat kontrol diri yang cukup (kategori sedang), baik dilihat dari jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tempat tinggal, durasi penggunaan internet, maupun sejak kapan mereka mulai menggunakan internet. Kontrol diri tertinggi cenderung muncul pada usia remaja awal dan akhir, sedangkan penurunan kontrol diri terlihat pada usia remaja pertengahan (14–17 tahun).
HUBUNGAN SELF CONCEPT DENGAN SELF CONFIDENCE PADA GENERASI Z PENGGUNA APLIKASI TIKTOK DI MEDAN Laia, Lia Marselina; Aritonang, Nancy Naomi
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/de_journal.v4i1.911

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Self Concept Dengan Self Confidence Pada Generasi Z Pengguna Aplikasi Tiktok Di Medan. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat korelasi positif yang signifikan antara konsep diri (self concept) dan kepercayaan diri (self confidence) dengan koefisien korelasi sebesar 0.721 dan nilai signifikansi p = 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa semakin positif self concept seseorang, semakin tinggi pula self confidence yang dimiliki. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan self concept dalam meningkatkan self confidence di kalangan generasi muda. Mayoritas responden menunjukkan tingkat self confidence yang sedang (67.3%) dan self concept yang positif (62.8%). Ini menunjukkan bahwa meskipun banyak responden merasa percaya diri, masih ada ruang untuk meningkatkan kedua aspek tersebut. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa generasi Z memiliki potensi yang baik, namun perlu dukungan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi.Pada variabel self concept, mayoritas responden berada pada kategori positif, khususnya pada aspek Harapan (77,7%). Ini menunjukkan bahwa Gen Z memiliki optimisme dan pandangan yang positif terhadap tujuan hidup mereka. Meskipun demikian, ditemukan pula bahwa aspek Penilaian memiliki persentase negatif tertinggi (35%), yang mengindikasikan adanya kerentanan terhadap kritik atau evaluasi diri yang negatif. Dalam kategorisasi status/pekerjaan, kelompok pekerja menunjukkan persentase self confidence kategori rendah yang lebih tinggi (28,9%) dibandingkan kelompok lain, sementara kelompok pengangguran justru memiliki persentase self confidence tinggi yang paling besar (33,3%).
PENGARUH SELF-CONFIDENCE TERHADAP KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA BARU DI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN Sinaga, Theresya; Aritonang, Nancy Naomi
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/de_journal.v4i1.1280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self-Confidence Terhadap Kecemasan Berbicara Di Depan Umum Pada Mahasiswa Baru Di Universitas Hkbp Nommensen Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilalukan pada mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan dapat ditarik kesimpualn sebagai berikut:Hasil analisis dengan uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,195 dengan signifikansi p = 0,009 (p < 0,05). Hal ini menandakan terdapat hubungan yang negatif dan signifikan, meskipun dalam kategori sangat lemah, antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum. Hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan terdapat pengaruh signifikan dinyatakan diterima, sedangkan hipotesis nol (H0) ditolak yang artinya tidak terdapat pengaruh signifikan. Hasil data empiris menunjukkan bahwa tingkat self-confidence atau kepercayaan diri responden lebih tinggi dibandingkan dengan nilai hipotetik yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki kepercayaan diri yang baik dan berada di atas perkiraan teoritis, sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mampu menghadapi situasi yang menjadi fokus penelitian dengan keyakinan yang cukup tinggi. Sementara itu, tingkat kecemasan responden berada pada kategori yang sesuai dengan nilai teoritis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan responden berada pada kategori sedang pada aspek kognitif (71,2%), afektif (72,3%), dan perilaku (74,6%), meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang berada pada kategori tinggi. Sementara itu, tingkat self-confidence responden juga berada pada kategori sedang di hampir semua aspek, yaitu kepercayaan diri (73,4%), optimis (71,2%), objektif (55,9%), dan tanggung jawab (75,7%). Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki kemampuan mengelola kecemasan secara cukup baik dan memiliki self-confidence yang memadai, namun masih memerlukan penguatan terutama pada aspek keyakinan diri, optimisme, serta pengelolaan emosi agar dapat mencapai kondisi yang lebih optimal
The Effect Of Fathering On Dating Intimacy In Early Adult Women Buulolo, Gres Ananta; Aritonang, Nancy Naomi
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.2078

Abstract

This study aims to determine the influence of fathering on dating intimacy in young adult women. This research examines the relationship between fathering and intimacy. Therefore, the goal of this study is to provide an empirical overview of the extent of fathering's influence on intimacy in young adulthood in Medan City. In this section, the researcher will outline the conclusions in the form of a research summary, as well as methodological and practical suggestions for further research. Based on the analysis of the data obtained in this study, several things can be concluded as follows: This study shows the value of the coefficient of determination or R square on the quarter life crisis variable on subjective well-being of 0.042, which means that the influence of the independent variable (Fathering) on the dependent variable (Intimacy) is 4.2%. Based on the descriptive data of the study, it can be seen that the fathering scale has an empirical mean of 81.64, where this result is obtained through the calculation of the score given by respondents from the measuring instrument and the hypothetical mean of 70. Therefore, because the empirical mean result of fathering is above the hypothetical mean, overall the fathering of early adult women in Medan City is quite high. Based on the descriptive data of the study, it can be seen that the intimacy scale has an empirical mean of 107.04, where this result is obtained through the calculation of the score given by respondents from the measuring instrument and the hypothetical mean of 82.5. Therefore, because the empirical mean result of intimacy is above the hypothetical mean, overall the intimacy of early adult women in Medan City is quite high.
The Effect Of Authoritary Parenting Styles On Emotional Intelligence In Late Adolescents In Medan City Siahaan, Duwi Agustiani; Aritonang, Nancy Naomi
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i1.2170

Abstract

This study aims to determine the extent to which authoritarian parenting styles applied by parents influence the emotional intelligence of late adolescents in Medan City. Based on the results of a simple linear regression analysis, it was found that authoritarian parenting styles did not have a significant influence on emotional intelligence. This is indicated by the results of the hypothesis test which showed a significance value higher than α = 0.05, so that the alternative hypothesis (Ha) was rejected and the null hypothesis (Ho) was accepted. The results of the data categorization showed that the majority of adolescents in this study experienced authoritarian parenting styles at a moderate level. Similarly, most respondents had emotional intelligence in the moderate category. This finding indicates that the application of authoritarian parenting styles with moderate intensity does not directly affect the high or low emotional intelligence of adolescents. In other words, although this parenting style is applied by parents, authoritarian parenting is not proven to be the only or dominant factor that determines the development of children's emotional intelligence. The development of adolescent emotional intelligence is influenced by various factors, both internal and external. Internal factors include the child's psychological condition and personality, while external factors include parenting styles, social environment, school, culture, and peer relationships. Authoritarian parenting, while restrictive and demanding of absolute obedience, does not necessarily significantly decrease or increase emotional intelligence, especially when implemented in less extreme forms. Therefore, it is important for parents and educators to develop parenting styles that are more open, communicative, and responsive to children's emotional needs, thereby supporting optimal emotional intelligence development
Hubungan Antara Stress Dengan Intensitas Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan Sianipar, Putri Gracia; Aritonang, Nancy Naomi
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 2 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i2.272

Abstract

Merokok merupakan aktivitas yang melibatkan pembakaran tembakau dan menghasilkan asap. Nikotin dalam rokok berpotensi menimbulkan kecanduan dan berbagai masalah kesehatan serius. Penggunaan rokok oleh remaja dan mahasiswa sering kali memboroskan uang yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan lain, dengan kenyataan bahwa mereka umumnya mendapatkan rokok dari toko-toko kecil. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat stres dan perilaku merokok di kalangan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Sampel dipilih melalui purposive sampling non-probability dengan jumlah ideal 95, namun yang berpartisipasi ada 100 mahasiswa. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis menggunakan berbagai tes termasuk uji normalitas, linearitas, dan korelasi. Temuan di Universitas HKBP Nommensen Medan menunjukkan hubungan signifikan antara stres dan kebiasaan merokok mahasiswa, dengan korelasi positif sebesar 0,218. Mahasiswa pria cenderung lebih stres tetapi merokok lebih jarang, dengan mayoritas responden berusia 20 tahun, dari Fakultas Teknik, dan etnis Batak Toba. Kebanyakan merokok kurang dari satu bungkus per hari. Pada umumnya, mahasiswa mengalami stres yang tinggi, tetapi frekuensi merokoknya rendah.
Gambaran Kekerasan Dalam Berpacaran Pada Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan Bu’ulolo, Tycerina Suryani; Aritonang, Nancy Naomi
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i3.1085

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pengguanaan Model Pembelajaran PBK (Proyek Belajar Karakter) Terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Pada Siswa SMP Swasta Hosana Medan Tahun Pembelajaran 2025/2026 yang terdiri dari 5 kelas yang berjumlah 130 orang, dari populasi tersebut ditetapkan sampel sebanyak 31 orang yakni kelas VIIIB yang dipilih simple random sampling.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design dengan masalah dan tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan menulis teks berita siswa dan untuk memperoleh data unstrumen yang digunakan adalah tes penugasanDari analisi data diperoleh dari hasil pretest siswa sebelum menggunakan model pembelajaran PBK (Proyek Belajar Karakter) menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebesar 60 sedangkan hasil Posttest 80. Penguji hipotesis dengan uji “T” bahwa T_(hitung > ) T_tabel= 11,058 > 1,670649 . Berdasarkan hasil tersebut maka hopotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis (Ha) diterima, dengan demikian dapat dinyatakan kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII di SMP swasta hosana Medan berpengaruh menggunakan odel pembelajaran PBK (Proyek Belajar Karakter).