Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kuantitas Inspektur Penerbangan Dalam Meningkatkan Kinerja di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya Alfiani, Livia; Rahimudin, Rahimudin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6535

Abstract

Industri penerbangan memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai sektor yang sangat bergantung pada standar keselamatan dan keamanan yang ketat, pengawasan yang efektif menjadi elemen krusial dalam memastikan operasional penerbangan berjalan dengan lancar. Salah satu elemen penting dalam sistem pengawasan ini adalah keberadaan inspektur penerbangan. Dalam praktiknya Kantor Otoritas Bandar Udara sering menghadapi kendala dalam pemenuhan jumlah inspektur yang ideal untuk melaksanakan tugas pengawasan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kuantitas inspektur penerbangan yang ada saat ini di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya sesuai dengan beban tugas kerjanya dan untuk mengetahui apakah kuantitas inspektur penerbangan telah telah sesuai dengan standar kebutuhan minimal. Penelitian ini dilakukan di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya pada tanggal 11 Maret 2025 – 23 April 2025. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan tahapan analisis data pada penelitian yang menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas inspektur penerbangan di kantor otoritas bandar udara wilayah III Surabaya belum memadai, dengan jumlah personel jauh dari standar ideal dan regulasi yang ditetapkan. Mengakibatkan distribusi tugas tidak merata, menghambat efektivitas pengawasan, serta berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan kelancaran operasional bandar udara. Diperlukan penambahan jumlah inspektur penerbangan untuk memastikan pengawasan yang efektif dan sesuai standar.