Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Implementasi Perbaikan K3 Di SMK Atisa Dipamkara Serumena, Gherice E.; Haqa, Mirza Nafaru; Andrean, Reno Bagas; Faturahman, Muhammad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22055

Abstract

ABSTRAK Sekolah merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dengan berbagai aktivitas yang bisa menimbulkan bahaya bagi keselamatan dan kesehatan penghuninya. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah masih sering diabaikan karena kurangnya pemahaman dan minimnya kebijakan yang mengatur keselamatan secara menyeluruh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta, khususnya guru dan siswa SMK Atisa Dipamkara, dalam mengenali potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta merancang perbaikan sederhana terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan sekolah melalui seminar dan workshop interaktif yang aplikatif. Dalam Penelitian ini digunakan metode deskriptif, mencakup analisis kualitatif dari catatan observasi, hasil diskusi, dan wawancara, serta analisis risiko berdasarkan skor tingkat bahaya yang meliputi frekuensi, kemungkinan dan dampak bahaya, menilai risiko, serta melakukan perbaikan. Selain itu, dilakukan inspeksi langsung di berbagai area sekolah menggunakan checklist untuk mencatat kondisi berbahaya. Kegiatan ini menunjukan bahwa di SMK Atisa Dipamkara ditemukan 35 kondisi berbahaya yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan, seperti penyimpanan bahan kimiaa yang tidak aman, kabel listrik yang berantakan, ventilasi yang buruk, serta kurangnya pemeliharaan alat pemadam kebakaran. Tingkat risiko di beberapa area bervariasi dari sedang hinggga sangat tinggi dan perlu dilkukan perbaikan segera, seperti perbaikan infrastruktur, pelatihan K3 serta inspeksi rutin. Sekolah belum menerapkan K3 dengan baik karena kurangnya pemahaman dan minimnya tindakan pencegahan. Maka, perlu ada peningkatan kesadaran melalui sosialisasi, inspeksi rutin serta kebijakan yang lebiih ketat agar lingkungan sekolah lebih aman dan nyaman bagi semua yang beraktivitas di dalamnya.  Kata Kunci: Inspeksi Mitigasi, Risiko, K3, Sekolah  ABSTRACT Schools are a gathering place for many people with various activities that can pose a danger to the safety and health of their residents. The implementation of Occupational Safety and Health (K3) in schools is still often ignored due to a lack of understanding and lack of policies that regulate safety as a whole. This activity aims to improve the understanding and skills of participants, especially teachers and students of SMK Atisa Dipamkara, in recognizing potential hazards, assessing risk levels, and designing simple improvements related to occupational safety and health (K3) in the school environment through applicable interactive seminars and workshops. In this study, a descriptive method was used, including qualitative analysis of observation notes, discussion results, and interviews, as well as risk analysis based on hazard level scores which include frequency, likelihood and impact of hazards, assessing risks, and making improvements. In addition, direct inspections were carried out in various school areas using checklists to record dangerous conditions. This activity showed that at SMK Atisa Dipamkara, 35 dangerous conditions were found that were at risk to safety and health, such as unsafe storage of chemicals, messy electrical cables, poor ventilation, and lack of maintenance of fire extinguishers. The level of risk in some areas varies from moderate to very high and needs immediate improvements, such as infrastructure improvements, K3 training and routine inspections. Schools have not implemented K3 properly due to lack of understanding and lack of preventive measures. Therefore, there needs to be an increase in awareness through socialization, routine inspections and stricter policies so that the school environment is safer and more comfortable for all those who are active in it.  Keywords: Mitigation Inspection, Risk, K3, Schools
Challenges of Ergonomics In Hospitals : A Literature Review on The Prevention of Injuries and Work Fatigue Serumena, Gherice E.; Suhendi, Yatna; Haqa, Mirza Nafaru
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22132

Abstract

ABSTRACT Hospitals are complex work environments with a variety of ergonomic challenges. Medical personnel are often exposed to high workloads in static positions and long periods of time due to the use of medical tools and equipment that are not optimally ergonomic. In Indonesia, the prevalence of ergonomics-related diseases is 11.9% with 24.7% of diagnoses and symptoms. In addition, previous research has only focused on one aspect of ergonomics such as musculoskeletal injuries without looking at the relationship between other ergonomic factors thoroughly. The novelty of this research lies in its comprehensive approach in reviewing ergonomics challenges in hospitals. This study identifies ergonomic factors that contribute to workplace injuries and fatigue, as well as develops basic methods to analyze and address the problem of injuries and work fatigue that risk reducing worker productivity and welfare. This study uses a problem identification method based on the PICO (population. intervention, comparison, outcome) approach in order to produce a more targeted and selective study starting from the formulation of research problems and objectives, literature search strategies, literature selection and screening, data extraction, data analysis and synthesis as well as the preparation of reports and publications. This study shows that increased ergonomics knowledge and the application of proper working postures contribute to work efficiency and worker well-being. Unergonomic posture has been shown to be directly related to fatigue and low back pain. The shift work system also affects the health of workers. Overall, ergonomics has an important role to play in preventing injury and fatigue, as well as improving workers' productivity and quality of life. A literature review shows that ergonomics challenges in hospitals include three interrelated physical, cognitive, and psychosocial dimensions that affect the health and performance of medical personnel. The risk of musculoskeletal injuries, mental fatigue, and emotional stress is often triggered by unergonomic work schedules, high workloads, unsupportive environmental design, and lack of a humane work system. Comprehensive ergonomics interventions including physical design adjustments, educational training, and organizational policies have been proven to be effective in reducing work complaints by 30-50%. The success of the intervention is highly dependent on management support, program sustainability, and the active participation of medical personnel. Therefore, the systematic and integrated application of ergonomics is crucial to create a safe, comfortable, and productive hospital work environment. Keywords: Ergonomics, Hospital, Workload, Injury, Fatigue. ABSTRAK Rumah sakit merupakan lingkungan kerja yang kompleks dengan berbagai tantangan ergonomi. Tenaga medis sering terpapar beban kerja yang tinggi dalam posisi statis dan waktu yang lama karena menggunakan alat dan peralatan medis yang tidak ergonomis secara optimal. Di Indonesia prevalensi penyakit yang berhubungan dengan ergonomi yaitu 11,9% dengan diagnosis dan gejala sebanyak 24,7%. Selain itu penelitian terdahulu hanya berfokus pada satu aspek ergonomi seperti cedera muskuloskeletal tanpa melihat keterkaitan antara faktor ergonomic lainnya secara menyeluruh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan komprehensif dalam meninjau tantangan ergonomi di rumah sakit. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor ergonomi yang berkontribusi terhadap cedera dan kelelahan di tempat kerja, serta mengembangkan metode dasar untuk menganalisis dan mengatasi permasalahan cedera dan kelelahan kerja berisiko menurunkan produktivitas maupun kesejahteraan pekerja. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi masalah berbasis pendekatan PICO (population. intervention, comparison, outcome) agar dapat menghasilkan kajian yang lebih terarah dan selektif mulai dari perumusan masalah dan tujuan penelitian, strategi pencarian literatur, seleksi dan penyaringan literature, ekstraksi data, analisa dan sintesis data serta penyusunan laporan dan publikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan ergonomi dan penerapan postur kerja yang tepat berkontribusi pada efisiensi kerja dan kesejahteraan pekerja. Postur tidak ergonomis terbukti berhubungan langsung dengan kelelahan dan low back pain. Sistem kerja shift juga memengaruhi kesehatan pekerja. Secara keseluruhan, ergonomi memiliki peran penting dalam mencegah cedera dan kelelahan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Tinjauan literatur menunjukan bahwa tantangan ergonomi di rumah sakit mencakup tiga dimensi fisik, kognitif, dan psikososial yang saling berkaitan dalam memengaruhi kesehatan an kinerja tenaga medis. Risiko cedera musculoskeletal, kelelahan mental, hingga stres emosional banyak dipicu oleh pstur kerja tidak ergonomis, beban kerja tinggi, desain lingkungan yang kurang mendukung, serta kurangnya sistem kerja yang humanis. intervensi ergonomi yang menyeluruh meliputi penyesuaian desain fisik, pelatihan edukatif, dan kebijakan oranisasional terbukti efektif mengurangi keluhan kerja hingga 30-50%. Keberhasilan intervensi sangat bergantung pada dukungan manajemen, keberlanjutan program, serta partisipasi aktif tenaga medis. oleh karena itu, penerpan ergonomi secara sistematik dan terintegrasi sangat krusial untuk menciptakan lingkungan kerja rumah sakit yang aman, nyaman, dan produktif. Kata Kunci: Ergonomi, Rumah Sakit, Beban Kerja, Cedera, Kelelahan.