Pengion radiasi, seperti sinar-X, meskipun bermanfaat dalam dunia medis, juga membawa risiko terhadap kesehatan tenaga medis dan pasien. Salah satu upaya mitigasi terhadap bahaya radiasi adalah dengan menggunakan alat pelindung diri, salah satunya adalah lead apron . Penelitian ini bertujuan untuk melihat penyimpanan, hasil pengujian, serta kelayakan lead apron yang digunakan di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soedono Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah mix method dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengujian radiografi menggunakan pesawat sinar-X Digital Radiography (DR). Penelitian ini dilaksanakan di RSUD dr. Soedono Madiun pada bulan Agustus 2024 hingga bulan Mei 2025. Subjek penelitian adalah 1 fisikawan medis sedangkan objek penelitian adalah pengujian lead apron . Pengujian dilakukan dengan membagi permukaan apron menjadi empat kuadran dan menimbulkan adanya kebocoran atau kerusakan internal pada lapisan Pb. Dari data pengujian kemudian disajikan dan dibahas serta dibandingkan secara teoritis serta dengan peneliti terdahulu mengenai pengujian lead apron kemudian ditarik kesimpulan Hasil uji lead apron kelima di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soedono Madiun yaitu, lead apron 1, 2, 3 terdapat lekukan dan lead apron 4 terdapat lubang kecil berukuran 3mm² dan adanya robekan di sisi kanan atas sedangkan lead apron 5 memiliki kondisi yang paling bagus ditandai dengan tidak ada lubang maupun lekukan pada hasil pengujian. Meskipun terdapat kerusakan minor, seluruh lead apron masih memenuhi standar kelayakan penggunaan sebagai alat pelindung diri berdasarkan batas toleransi yang ditetapkan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan frekuensi pengukuran minimal setahun sekali serta menyediakan rak khusus untuk penyimpanan apron guna mempertahankan kualitas proteksi radiasi.