Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VITAMIN C SEBAGAI TERAPI PADA TUBERKULOSIS PARU N.H., M. Tajussubky; Wiriansya, Edward Pandu; Tulak, Pither Sandy; Fakhri, Muhammad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47951

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis (MTb) yang dapat mempengaruhi berbagai organ, terutama paru-paru. Kuman ini berbentuk batang, memiliki dinding lemak yang tebal, tumbuh lambat, tahan terhadap asam dan alkohol, sehingga sering disebut basil tahan asam BTA. Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, antioksidan, dan kofaktor penting untuk biosintesis kolagen, metabolisme karnitin dan katekolamin, serta penyerapan zat besi dari makanan. Manusia tidak dapat mensintesis vitamin C, sehingga mereka hanya dapat memperolehnya melalui asupan buah dan sayuran dari makanan. Reaksi Fenton yang dipicu oleh Vitamin C di lingkungan aerobik yang mengarah pada produksi ROS, perubahan lipid, ketidakseimbangan redoks, dan kerusakan DNA pada kultur MTB. Penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan atau literature review. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematik review mengenai vitamin C sebagai terapi pada tuberkulosis paru. 4 jurnal dikumpulkan untuk ditelaah oleh peneliti dan disintesis menjadi satu data yang komprehensif untuk dilaporkan. Artikel-artikel penelitian yang dikumpulkan direview menunjukkan bahwa vitamin C dapat berpengaruh lebih signifikan sebagai terapi tuberkulosis paru. Terapi kombinasi antara vitamin C dan OAT dapat mengurangi Mycobacterium Tuberculosis dan tidak ada efek samping yang diderita oleh peserta penelitian.
KARAKTERISTIK PASIEN ILEUS OBSTRUKSI DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2019-2021 Muh Muslih Rijal, Andi; Gani, Aziz Beru; Tulak, Pither Sandy; Adnan, Endy; Erida, Berry
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27190

Abstract

Obstruksi usus dapat berupa sumbatan mekanis atau fungsional dari usus halus atau usus besar. Menurut WHO mengatakan bahwa pada tahun 2020 penyakit saluran pencernaan berada dalam 10 besar penyakit mengakibatkan kematian di dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien Ileus Obstruksi di Rumah Sakit Ibnu Sina. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, dilakukan pada bulan November 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Ileus Obstruksi Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Ileus Obstruksi Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar terhitung sejak tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa sebagian besar usia pasien Illeus Obstruksi berada pada kategori 46-55 tahun, sebagian besar pasien Illeus Obstruksi berjenis kelamin laki-laki, berdasarkan etiologinya sebagian besar  pasien Illeus Obstruksi diakibatkan oleh adhesi. berdasarkan outcome sebagian besar pasien Illeus Obstruksi memiliki prognosis membaik, berdasarkan tatalaksana definitif sebagian besar pasien Illeus Obstruksi mendapatkan penanganan operatif, berdasarkan lama rawat inap sebagian besar pasien Illeus Obstruksi mendapatkan perawat selama 6-10 hari. Debgan demikian diharapkan penelitian ini dapat mengevaluasi jenis intervensi yang paling efektif dalam mengatasi ileus obstruktif. Evaluasi ini akan membantu dalam menentukan pendekatan pengobatan terbaik untuk pasien dengan ileus obstruktif.
The Role of Ultrasound in Detecting Residual or Recurrent Breast Carcinoma: A Case Report of a Patient Following Wide Excision in the Contralateral Breast Sangkal, Andini; Rahmawati, Rahmawati; Tulak, Pither Sandy
Journal of Community Health Provision Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Community Health Provision
Publisher : PSPP JOURNALS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jchp.v6i1.957

Abstract

Breast carcinoma represents the most prevalent malignancy among women, rendering routine surveillance using ultrasonography (USG) essential for early detection and monitoring. This case report describes a 49-year-old female presenting with a palpable mass and pain in the left breast, occurring one year after undergoing wide excision in the right breast, with prior histopathological findings of microglandular adenosis. Physical examination revealed bilateral breast masses without evidence of axillary lymphadenopathy. Breast ultrasonography demonstrated a cystic lesion with a solid component in the right breast and a cystic lesion in the left breast, both classified as BI-RADS III. This case underscores the critical role of post–wide excision surveillance using ultrasonography in identifying residual or recurrent lesions in the breast, including the contralateral side. Consistent monitoring and an appropriate clinical approach are expected to prevent diagnostic delays and improve clinical outcomes in patients with residual or recurrent breast lesions.