Ketersediaan dan distribusi LPG subsidi memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah lokal. Namun, fluktuasi permintaan yang dipengaruhi oleh faktor musiman, kebijakan pemerintah, dan kondisi pasar sering menyebabkan ketidakpastian dalam perencanaan stok, yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Weighted Moving Average (WMA) sebagai metode peramalan untuk memprediksi penjualan LPG subsidi, dengan studi kasus di Pangkalan Ranba Lamongan. Algoritma WMA memberikan bobot lebih besar pada data terbaru, sehingga mampu menghasilkan prediksi yang adaptif terhadap perubahan tren penjualan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa WMA mampu menghasilkan prediksi yang lebih akurat dibandingkan dengan metode Simple Moving Average (SMA), dengan tingkat kesalahan prediksi yang lebih rendah berdasarkan metrik evaluasi MAE, MSE, dan MAPE. Nilai MAPE sebesar 1,8% menunjukkan bahwa model WMA memiliki akurasi sangat tinggi dalam memprediksi penjualan LPG subsidi. Hasil ini membuktikan bahwa algoritma WMA lebih responsif dalam menangkap pola musiman dan fluktuasi pasar yang dinamis. Dengan demikian, algoritma WMA dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pengambilan keputusan operasional pangkalan LPG, khususnya di Pangkalan Ranba, Lamongan. Penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan metode peramalan berbasis data historis yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan pola permintaan serupa. Implikasi praktis dari penelitian ini diharapkan mampu membantu pangkalan LPG dalam meminimalkan risiko kekurangan atau kelebihan stok dan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengelolaan distribusi yang lebih efisien.