Riyadi, Ahmad Syafi'i Mufadzilah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dearabization of Islamic Government during the Abbasid Dynasty Riyadi, Ahmad Syafi'i Mufadzilah; Putra, Muhammad Habib Adi
Journal of Islamic History and Manuscript Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Islamic History and Manuscript
Publisher : Institute of Research and Community Service UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.177 KB) | DOI: 10.24090/jihm.v1i1.6591

Abstract

The Arabization movement was one of the government's political models during the Umayyad Dynasty. Arabization, known as ta'rib became a characteristic of the administration of the Umayyad dynasty, which influenced the socio-political life of Arab Muslims, the Mawali, and Dzimmi groups. The influence of social strata became a feature of the Arabization movement at that time. During the Abbasid dynasty, this movement began to fade, especially the problem of social strata that prioritized Arab Muslims. The Abbasid dynasty, from the point of view of Islamic civilization, generally continued the reign of the Umayyad dynasty, but some aspects of government changed, especially the issue of Arabization. This study focuses more on the impact of the reduced priority of Arab Muslims during the Abbasid dynasty. The demise of the Abbasid dynasty gave a new face to the development of politics, economy, government administration, education, and law enforcement aspects. This research is a type of qualitative research using qualitative descriptive analysis. This type of research is historical research with a socio-political approach to government. The qualitative method used in this study uses historical research methodology, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. Based on the heuristic aspect, the researcher used a literature study. The results of this study indicate that the existence of Dearabization had a significant impact on the reign of the Abbasid dynasty. The policies taken by the caliphs of the Abbasid dynasty gave a new color to the development of politics, economy, government administration, education, and law.
Dialog antara Islam dan Yunani Masa Dinasti Umayyah-Dinasti Abbasiyah Riyadi, Ahmad Syafi'i Mufadzilah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.808 KB) | DOI: 10.22515/isnad.v3i1.5306

Abstract

Masa Dinasti Abbasiyah mempunyai sistem kebijakan pemerintah yang berbeda dengan masa Dinasti Umayyah. Perbedaan itu terletak pada prinsip arabisasi yang dilakukan Dinasti Umayyah. Dearabisasi menjadi karakteristik Dinasti Abbasiyah menjadikan banyak perubahan dalam sistem pemerintahan. Kebangkitan Dinasti Abbasiyah tidak bisa lepas dari pengaruh asing seperti Indo-Persia, suriah maupun Yunani. Kemenangan Islam atas Bizantium pada masa al Mahdi dan Harun al Rasyid yang melatarbelakangi kebangkitan peradaban Islam periode itu. Kebangkitan Islam terlihat dari adanya kontak dialog antara Islam dan Yunani baik berupa intelektual maupun budaya. Penelitian ini menekankan pada bentuk-bentuk dialog Islam dan Yunani serta hasil dari dialog antar keduanya. Periode Dinasti Umayyah dengan sistem monarchi lebih mengedepankan perluasan wilayah Islam, sedangkan Dinasti Abbasiyah terkenal akan the golden age dengan ciri khas kemajuan dibidang intelektual dan budaya. Peradaban Islam masa yang terbentuk tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Yunani. Hal ini terlihat seperti karya-karya filsafat Aristoteles, neo-Platonis dan ilmu kedokteran karya Galen sudah menjamur dalam dunia Intelektual Islam saat itu. Penelitan ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis diskriptif kualitatif. Jenis penelitian in merupakan penelitian sejarah dengan menggunakan sumber kepustakaan. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yaitu heuristik, verifikasi, intepretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa proses dialog antara Islam periode Dinasti Abbasiyah dan Yunani merupakan kelanjutan dari hubungan pemerintahan Islam sebelumnya, yaitu Dinasti Umayyah. Proses dialog tersebut terlihat dari gerakan penerjemahan buku-buku Asing salah satunya dari keilmuan Yunani. Hasil dari kegiatan tersebut memberikan wajah baru dalam dunia intelektual Islam serta budaya masyarakat. Pengaruh Asing dalam dunia Islam bukan menjadi lemahnya dunia Islam akan tetapi menjadi corak baru dalam peradaban Islam. Kata kunci: dialog Islam dan Yunani, Gerakan penerjemahan,