Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada anak-anak, yang dapat menyebabkan gangguan makan akibat nyeri, serta berpotensi menurunkan asupan nutrisi dan memengaruhi status gizi anak. Status gizi yang buruk pada masa kanak-kanak dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karies gigi dengan status gizi pada siswa SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 36 orang anak yang menderita karies gigi di SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Pengumpulan data dilakukan pemeriksaan karies gigi, pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pada hasil penelitian ini status karies gigi yang paling banyak pada kategori sangat tinggi sebanyak 10 anak (27,8%), status gizi yang paling banyak pada kategori kurus sebanyak 11 anak (30,6%) dan uji statistik chi square (p<0,05) menyatakan bahwa ada hubungan karies gigi dengan status gizi pada murid SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (p=0,021). Terdapat hubungan antara karies gigi dengan status gizi pada anak sekolah dasar. Konsumsi makanan yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi karies dan mempercepat proses kerusakan gigi. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus berupa pemantauan berkala terhadap kesehatan gigi anak, perbaikan pola makan, serta edukasi kepada orang tua dan pihak sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Disarankan kepada responden yang memiliki tingkat karies sedang hingga tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku positif terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.