Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Pregnancy Gingivitis Di Wilayah Uptd Puskemas Nisam Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Heriani; Sisca Mardelita
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy Gingivitis Sering terjadi pada saat hamil yang disebut  radang gusi yang dikarnakan kurangnya kesadaran menjaga kebersihan gigi dan mulut. Berdasarkan data jumlah ibu hamil yang berobat ke poli gigi di UPTD Puskesmas Nisam tahun 2023 sebanyak 65 orang, 55 orang diantaranya di diagnosa pregnancy gingivitis, dari jumlah ibu hamil yang terdata sebanyak 163 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pemeliharanan kesehatan gigi dan mulut dengan pregnancy gingivitis di wilayah UPTD Puskesmas Nisam Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang ibu hamil di wilayah UPTD Puskesmas dengan teknik Purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini kuesioner perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dan Gingiva Indeks untuk mengukur tingkat keparahan gingivitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pregnancy gingivitis ringan 35%,  pregnancy gingivitis sedang 51,7%, pregnancy gingivitis berat 13,3% . Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berada pada kategori baik (70,0%). Berdasarkan hasil uji Statistik Chi-Square nilai sebesar ρ = 0,009 < α 0,05, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pregnancy gingivitis dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak SDN Pertiwi Lamgarot Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar Julida Zhuhra; Sisca Mardelita
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi yaitu edukasi dengan menggunakan media audio visual yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh dua alat indra sekaligus. Hasil penjaringan kesehatan tahun 2023, terdapat siswa yang mengalami permasalahan kesehatan gigi dan mulut sebesar 68%. Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pada 10 siswa didapatkan bahwa 8 siswa terkena karies gigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan melalui video audio visual terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak SDN Pertiwi Lamgarot, Kec. Ingin Jaya, Kab.Aceh Besar. Jenis penelitian ini Quasi experiment, dengan rancangan pretest and posttest group design with kontrol group design. Populasi berjumlah 52 orang dengan menggunakan teknik total dengan menggunakan uji statistik Paired T-Test. Penelitian dilakukan pada tanggal 20 Mei s.d 3 Juni 2024 Hasil uji Paired T test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan nilai p value yaitu 0,001 (p value < α) dimana kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan lebih signifikan dari pada kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak SDN Pertwi Lamgarot, Kec. Ingin Jaya, Kab. Aceh Besar. Disarankan untuk menggunakan media audio visual dalam melakukan penyuluhan karena media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta hasil belajar siswa
Peningkatan Status Kebersihan Gigi Melalui Home Visit Pada Balita Lheu Blang Suryani, Linda; Cut Ratna Keumala; Sisca Mardelita; Eka Sri Rahayu
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.093 KB) | DOI: 10.30867/jeumpa.v1i1.68

Abstract

Public dental health, especially in children, really needs to be considered, because childhood is very susceptible to dental and oral diseases. Dental nursing care carried out by dental nurses is aimed at improving the degree of dental health. The role of the family by motivate children to get used to maintaining dental hygiene. Community service aims to improve the status of dental and oral hygiene through home visits to toddlers in Lheu Blang village, Aceh Besar. This community service is carried out using a descriptive method, with the target of 30 children under five in Lheu Blang village. The intervention is a visit to a toddler's house by providing guidance, direction, demonstration, and training children to brush their teeth properly and correctly. The results obtained that the dental and oral hygiene status of toddlers before the intervention was in the very bad category (53.3%), and the results after the intervention were in a good category (66.7%). The conclusion is that there is an increase in the status of dental hygiene in the good category (66.7%). Suggestions that children under five are able to brush their teeth properly and correctly and on time. Keywords: Dental Hygiene Status, Home Visit, Toddler
Pemberdayaan Keluarga Dalam Peningkatan Upaya Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Lansia Di Desa Kandang Darul Imarah Aceh Besar Liana, Intan; Andriani; linda Suryani; Cut Ratna Keumala; sisca Mardelita; Elfi Zahara; Anwar Arbi
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i1.207

Abstract

Di Indonesia penyakit periodontal menduduki urutan kedua (96,5%). Penyebab lain yang dapat menyebabkan periodontitis adalah  ginggivitis, debris pada gigi yang tidak dibersihkan dalam waktu yang lama. Pemberdayaan diri berarti proses peningkatan kemampuan atau daya yang dilakukan oleh individu yang bersangkutan. Lansia di Desa Kandang, memiliki kebiasaan mengunyah sirih dan beranggapan kesehatan giginya tidak bermasalah,  dan memiliki kebiasaan menyikat gigi hanya waktu mandi saja. Hasil  pemeriksaan pada 15 orang lansia, menunjukkan 85% memiliki kalkulus dan kehilangan gigi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Kandang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar, berupa memberikan informasi melalui pembekalan buku saku, kegiatan melibatkan 30 orang lansia dan pendampingan, Tujuan kegiatan ini untuk dapat meningkatkan pengetahuan keluarga, serta meningkatnya kemampuan lansia secara mandiri untuk melakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Berdasarkan hasil kegiatan disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan keluarga Lansia  setelah di berikan penyuluhan kesehatan dan pemberian buku saku. 
Hubungan Karies Gigi Dengan Status Gizi Anak Pada Siswa SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Dwi Ana Nita Sari Batubara; Sisca Mardelita
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada anak-anak, yang dapat menyebabkan gangguan makan akibat nyeri, serta berpotensi menurunkan asupan nutrisi dan memengaruhi status gizi anak. Status gizi yang buruk pada masa kanak-kanak dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karies gigi dengan status gizi pada siswa SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 36 orang anak yang menderita karies gigi di SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Pengumpulan data dilakukan pemeriksaan karies gigi, pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pada hasil penelitian ini status karies gigi yang paling banyak pada kategori sangat tinggi sebanyak 10 anak (27,8%), status gizi yang paling banyak pada kategori kurus sebanyak 11 anak (30,6%) dan uji statistik chi square (p<0,05) menyatakan bahwa ada hubungan karies gigi dengan status gizi pada murid SDN 008 Huta Raja Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (p=0,021). Terdapat hubungan antara karies gigi dengan status gizi pada anak sekolah dasar. Konsumsi makanan yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi karies dan mempercepat proses kerusakan gigi. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus berupa pemantauan berkala terhadap kesehatan gigi anak, perbaikan pola makan, serta edukasi kepada orang tua dan pihak sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Disarankan kepada responden yang memiliki tingkat karies sedang hingga tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku positif terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
The Relationship Between The Role of The Teacher and The Dental and Oral Hygiene Status of Children With Special Needs in SLB Bukesra Ulee Kareng Banda Aceh Keumala, Cut Ratna; Sisca Mardelita; Putri Awalina; Cut Lieddya Rahmita
Journal Dental Health Vol 1 No 2 (2022): Dental Health
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.07 KB) | DOI: 10.30867/dheja.v1i2.132

Abstract

Children with special needs are special characteristics that are different without always showing mental, emotional or physical disabilities. Teachers are the best promoters of educational activities because they are familiar with the methods of educating and motivating school students. Based on the initial examination of the dental and oral hygiene of students at SLB Bukesra Ulee Kareng Banda Aceh, the results obtained were from 10 children examined; it was known that 6 children had moderate criteria with an average of 2.3, and 4 of them had poor criteria with an average of 4.1. This research is analytic with a cross-sectional design. The population in this study were all teachers and students as subjects. Determination of the sample in the study using a saturated sample technique are 20 teachers and 43 students. The research was carried out at the Bukesra Special School Ulee Kareng Banda Aceh on May 24, 2021. The instruments used in this study were questionnaire sheets, diagnostic sets, and OHI-S KSP sheets. The results showed that the teacher's role as a motivator and educator was not good enough to show poor oral and dental hygiene experienced by 8 respondents (61.5%). Statistical test results obtained, p. Value 0.01. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant relationship between motivators and educators regarding the dental and oral hygiene of children with special needs. It is hoped that the teacher will further improve in motivating students towards a better direction and carry out good education and in accordance with the child's condition, in explaining the maintenance of dental and oral hygiene.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Menggunakan Audio Visual Terhadap Keterampilan Menggosok Gigi Pada Anak Tunagrahita Di SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh Kusuma Rahmadani; Sisca Mardelita
urn:multiple://2988-7828multiple.v4i25
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak penyandang disabilitas umumnya mengalami keterbatasan intelektual yang berdampak pada rendahnya kemampuan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, khususnya keterampilan menyikat gigi. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi edukatif yang efektif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan gigi berbasis media audio-visual terhadap peningkatan keterampilan menyikat gigi pada anak disabilitas. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Sampel ditentukan melalui purposive sampling yang melibatkan siswa SLB dan dibagi ke dalam kelompok kontrol serta intervensi. Intervensi berupa pemutaran video edukasi menyikat gigi yang benar, sementara pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi berbentuk checklist. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menyikat gigi yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan efektivitas media audio-visual dalam meningkatkan keterampilan tersebut. Dengan demikian, pendidikan kesehatan gigi melalui media audio-visual terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran bagi anak disabilitas, serta direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan oleh sekolah dan orang tua guna memperkuat hasil pembelajaran.
PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA PEMANFAATAN BUAH BERSERAT SEBAGAI SELF CLEANSING GIGI DAN MULUT MELALUI HOME VISIT DALAM MENURUNKAN SKOR DEBRIS PADA MASYARAKAT MEUNASAH BARO ACEH BESAR Linda Suyani; Andriani Andriani; Nonong Hanis; Sisca Mardelita; Arnela Nur; Intan Liana; Cut Ratna Keumala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home visit merupakan sebuah program yang berorientasi pada kunjungan rumah  dalam memberikan edukasi pemeliharaan kesehatan gigi pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dengan strategi adalah pendekatan dan dukungan keluarga. Melihat hasil pemeriksaan pada data awal 75% anak di desa Meunasah Baro mengalami karies gigi dan rata-rata nilai debris indek dengan kategori buruk dengan skor 2,5. Data tersebut masih jauh dari harapan karena tidak sesuai dengan ketetapan WHO bahwa status kebersihan gigi dan mulut  skor (OHI-S) < 1,2. Debris adalah salah satu penyebab utama pembentukan karang gigi dan gigi berlubang. Usaha promotif dan preventif sangat perlu diberikan kepada masyarakat. menurunkan angka debris indeks sebagai status kebersihan gigi, meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan keterampilan keluarga dalam menyikat gigi yang baik dan benar, meningkatkan kesadaran keluarga pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi. Metode Pengabdian dilakukan kegiatan home visit dilakukan 3 kali kunjungan. Memberikan edukasi kesehatan gigi tentang pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dan cara pengunyah yang benar. Menjelaskan dan mendemontrasikan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. nilai. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan nilai Debris Indek dari kriteria buruk 31 orang (51%) menjadi kategori baik yaitu 52 orang (87%). Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dan anak mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan membiasakan mengkonsumsi buah dengan mengunyah buah yang baik dan benar sehingga dapat membantu self cleansing gigi pada masyarakat desa Meunasah Baro Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Home Visit, Self Cleansing, Debris IndekHome visit is a program that is oriented towards home visits in providing dental health maintenance education on the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth with a strategy of family approach and support. Looking at the results of the examination of the initial data, 75% of children in Meunasah Baro village experienced dental caries and an average debris index value in the poor category with a score of 2.5. The data is still far from expectations because it does not comply with WHO's provisions that the dental and oral hygiene status score (OHI-S) <1.2. Debris is one of the main causes of tartar formation and cavities. Promotive and preventive efforts are very necessary to be given to the community. reducing the number of debris indexes as dental hygiene status, increasing family knowledge about dental and oral health maintenance, increasing family skills in brushing teeth properly, increasing family awareness of the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth. The Community Service Method is carried out by home visit activities carried out 3 times. Providing dental health education about the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth and the correct way to chew. Explaining and demonstrating good and correct tooth brushing techniques. value. The results of community service obtained results that there was a decrease in the Debris Index value from the bad criteria of 31 people (51%) to the good category of 52 people (87%). Increasing the knowledge and behavior of parents and children regarding the maintenance of dental and oral hygiene by getting used to consuming fruit by chewing fruit properly and correctly so that it can help self-cleansing teeth in the Meunasah Baro village community, Aceh Besar Regency.Keywords: Home Visit, Self Cleaning, Debris Index