Salah satu rantai niaga pertanian empon empon adalah usaha rumahan untuk jamu tradisional dan industri menengah pengolahan jamu tardisional dan UMKM minuman yang sudah terjalin kuat di lokasi kelurahan Jabungan. Ini adalah pertemuan antara model hubungan mutualisme antara petani, pengepul empon empon dan industri jamu dan minuman. Saat ini UMKM empon empon mulai berkompetisi dan mendapatkan porsi lebih dalam penentuan price maker dari barang barang hasil tanam dari empon empon ini di Wilayah Kota semarang. Permasalahan utama UMKM empon empon adalah terbenturnya kondisi yang masih menggunakan konsep manajemen keluarga dalam penanganan usaha ini. Hl ini menunjukkan adanya pengelolaan yang kurang tepat dalam manajemen. Teknik pengabdian dan counceling yang tersusun dalam pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari dua metode pendekatan pelaksanaan yakni dengan Metode Pelaksanaan dalam bidang Manajemen dan keuangan serta pendekatan kuantitative. Hasil Kegiatan Pengabdian terbagi menjadi beberapa pertama: pelatihan manajemen dan pemberdayaan model dan rencana Bisnis, dan kedua: menjadi bagian dari komunitas UMKM Empon empon dibawah kemenkop-UMKM . Hasil analisis Kuantitative data tentang tingkat pengetahuan usaha Empon empon menunjukkan bahwa subyek telah memiliki pengetahuan pada pretest. Pada posttest didapatkan kurang lebih 70% dari subyek memperoleh nilai lebih dari rata-rata. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa penyuluhan pada pengabdian berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan keberhasilan mengelola usaha empon empon dan kelompok sosial lainnya bisa diterima.