Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGAWASAN DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI RIAU TERHADAP TRAVEL ILEGAL (STUDI KASUS DI KOTA PEKANBARU) David Nurkhalik; kusuma, dedi
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 23 No 2 (2025): JIANA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/jiana.v23i2.8250

Abstract

Travel ilegal merupakan jasa angkutan penumpang yang beroperasi tanpa izin resmi dari instansi terkait, sehingga tidak memenuhi standar keselamatan dan ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Riau dalam menangani aktivitas travel ilegal serta hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori pengawasan dari Yohanes Yahya (2006), yang mencakup lima indikator, yaitu  penetapan standard pelaksanaan (perencanaan), penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, pengukuran pelaksanaan kegiatan, perbandingan pelaksanaan dengan standard dan analisa penyimpangan, serta  pengambilan tindakan koreksi apabila diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan masih belum optimal, terutama dalam hal pelaksanaan razia secara rutin dan penindakan tegas terhadap pelaku travel ilegal. Akibatnya, aktivitas travel ilegal masih marak terjadi dan sulit dikendalikan, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang serta mengganggu ketertiban transportasi umum yang legal. Kendala utama dalam pengawasan meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya jumlah dan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya regulasi yang membatasi kewenangan penindakan, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilih transportasi yang legal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pengawasan secara rutin dan menyeluruh, penyederhanaan sistem perizinan bagi pelaku usaha kecil, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat guna menciptakan transportasi umum yang aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kata Kunci: Pengawasan, Travel Ilegal, AJDP, Kota Pekanbaru.
Manajemen Sarana dan Prasarana Gelanggang Olahraga 17 Desember Mataram Kusuma, Dedi; Yundarwati, Susi; Suriatno, Adi
Sportify Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i1.5049

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan sarana dan prasarana Gelanggang Olahraga 17 Desember Mataram, seperti keterbatasan pemeliharaan, kelengkapan fasilitas yang belum merata, dan penataan kawasan yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sarana prasarana, kelengkapan fasilitas, kendala pengelolaan, dan strategi pengembangan GOR 17 Desember Mataram. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan informan 15 orang, terdiri atas pengelola, pengguna fasilitas, dan pengunjung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, staffing, dan pengawasan telah berjalan, tetapi belum optimal. Beberapa fasilitas masih membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan. Penelitian menyimpulkan bahwa GOR memiliki potensi sebagai pusat olahraga masyarakat dan prestasi. Management of Facilities and Infrastructure at the 17 Desember Sports Arena Mataram Abstract This study was motivated by the suboptimal management of facilities and infrastructure at the 17 Desember Sports Arena Mataram, including limited maintenance, uneven facility completeness, and area arrangement requiring improvement. This study aimed to analyze facility and infrastructure management, facility completeness, management constraints, and development strategies at the 17 Desember Sports Arena Mataram. A descriptive qualitative method was used, involving 15 informants consisting of managers, facility users, and visitors. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that planning, organizing, directing, staffing, and controlling functions had been implemented but were not yet optimal. Several facilities still required improvement and regular maintenance. The study concludes that the sports arena has strong potential as a center for community and achievement sports.