Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Belajar Atau Sekadar Mengejar Nilai? Potret Problem Dasar Pendidikan Kita Abdul Aziz, Nurdin
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 04 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i04.521

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis problem dasar pendidikan Indonesia yang kerap menempatkan nilai sebagai tujuan akhir, bukan sebagai indikator antara dalam proses belajar. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-kritis terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga internasional yang terbit terutama dalam rentang 2019–2026. Analisis difokuskan pada relasi antara budaya penilaian, motivasi belajar, kesejahteraan peserta didik, serta kualitas pembelajaran mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientasi pendidikan yang terlalu berpusat pada angka cenderung mempersempit makna belajar menjadi aktivitas performatif: siswa belajar untuk lulus, bukan untuk paham; guru mengajar untuk mengejar target, bukan untuk menumbuhkan nalar. Di sisi lain, berbagai studi mutakhir menunjukkan bahwa asesmen yang menekankan umpan balik, otonomi belajar, dan relevansi pengalaman belajar lebih berkorelasi dengan motivasi intrinsik, keterlibatan, dan ketahanan akademik peserta didik. Dalam konteks Indonesia, agenda transformasi seperti asesmen formatif dan pembelajaran berpusat pada murid membuka ruang koreksi, tetapi implementasinya masih sering tersandera oleh budaya ranking, tekanan administratif, dan kebiasaan memaknai keberhasilan secara sempit. Artikel ini menegaskan bahwa problem pendidikan kita bukan semata rendahnya capaian, melainkan kekeliruan dalam mendefinisikan apa yang layak dicapai. Pendidikan yang sehat semestinya tidak hanya menghasilkan siswa yang pandai menjawab soal, tetapi juga manusia yang paham mengapa ia belajar, bagaimana ia berpikir, dan untuk apa pengetahuan itu dipakai. (OECD, 2023; UNESCO et al., 2025; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024).
Nilai Bagus, Otak Tumpul? Kritik Terhadap Orientasi Angka Dalam Pendidikan Abdul Aziz, Nurdin
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 05 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i05.522

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia, dan juga secara global, selama ini terlalu akrab dengan satu ritual yang tampaknya tak pernah digugat: pengejaran angka. Nilai rapor yang tinggi, indeks prestasi yang gemilang, dan peringkat kelas yang membanggakan seolah menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Namun pertanyaan yang lebih dalam jarang diajukan, apakah angka-angka itu benar-benar mencerminkan kecerdasan, karakter, dan kapasitas berpikir seorang manusia? Penelitian ini mengkaji secara kritis orientasi angka dalam pendidikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research). Tujuannya adalah menganalisis dampak psikologis, epistemologis, dan sosial dari dominasi penilaian berbasis angka terhadap kualitas proses belajar dan pengembangan kompetensi holistik peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientasi angka yang berlebihan melahirkan tiga patologi utama: pertama, surface learning—belajar hanya untuk ujian; kedua, erosi motivasi intrinsik; dan ketiga, pengabaian terhadap kecerdasan multidimensional. Penelitian ini berargumen bahwa transformasi paradigma penilaian dari measurement-centered menuju learning-centered bukan sekadar wacana reformasi pendidikan, melainkan kebutuhan mendesak demi menyelamatkan esensi berpikir dalam dunia pendidikan.