Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KRIMINOLOGI TENTANG TAWURAN REMAJA MOTIF DAN KONSEKUENSI HUKUM (STUDI KASUS PEMBACOKANDI BEKASI TIMUR) Kurnaen Kurnaen; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tawuran pelajar merupakan fenomena kenakalan remaja (juvenile delinquency) yang marak terjadi dan menjadi masalah sosial serius di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengkaji kenakalan remaja, khususnya tawuran, dari perspektif kriminologi, termasuk penyebab, dampak, dan upaya penanggulangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah telaah pustaka (literatur review) dengan pendekatan kualitatif, yang berfokus pada analisis mendalam terhadap berbagai literatur dan data terkait, termasuk artikel, berita, dan peraturan perundang-undangan seperti KUHP dan UU 1/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawuran pelajar disebabkan oleh berbagai faktor kompleks, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi krisis identitas, kontrol diri yang lemah, kebutuhan akan pengakuan, serta perasaan solidaritas kelompok. Sementara itu, faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan keluarga dan teman sebaya, rivalitas antar sekolah, kurangnya pengawasan, serta peran provokatif media sosial. Dampak dari tawuran sangat merusak, tidak hanya menyebabkan cedera fisik, trauma psikologis, dan bahkan kematian, tetapi juga menimbulkan kerugian materi, mengganggu ketertiban umum, dan merusak masa depan pelaku serta korban. Secara hukum, tawuran merupakan tindak pidana pengeroyokan yang diatur dalam Pasal 170 KUHP dan Pasal 262 UU 1/2023. Pelaku dapat dikenai sanksi pidana berat sesuai dengan tingkat keparahan akibat yang ditimbulkan. Upaya penanggulangan tawuran membutuhkan pendekatan komprehensif dari berbagai pihak, mencakup tindakan preventif (pencegahan), represif (hukuman), dan rehabilitatif (pemulihan). Pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi mental, penguatan nilai agama dan moral, serta penyediaan wadah positif bagi remaja. Tindakan represif berupa penegakan hukum yang tegas, sedangkan rehabilitasi diperlukan untuk memulihkan pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Studi ini menyimpulkan bahwa penanggulangan tawuran memerlukan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan remaja.
Implementasi Pijat Oksitosin Terhadap Kelancaran ASI pada Pasien Post Partum Sectio Caesarea di RS Jakarta Barat Kurnaen Kurnaen; Rizki Bahtiyar; Edi Santoso
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i2.6148

Abstract

Breast milk production can be accelerated with non-pharmacological measures, such as oxytocin massage. Oxytocin massage is considered more effective in increasing breast milk production because it stimulates the release of the hormone oxytocin, which is influenced by the thoughts and feelings of postpartum mothers. The purpose of this case report is to determine the effects of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers at a West Jakarta Hospital. Methods: This study used a qualitative approach with a descriptive design, focusing on case studies. Data were collected through interviews and observations of postpartum mothers. Results indicate that oxytocin massage provides a sense of comfort and relaxation, contributing to increased breast milk production in postpartum mothers. The average increase in breast milk production after oxytocin massage ranged from 8 to 18 ml/cc. Conclusion: Applying oxytocin massage to postpartum mothers for three consecutive days, three times daily, for fifteen minutes each session, has been shown to increase breast milk production in patients.