Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KONDISI FISIK RUANG KERJA DAN DORONGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. INTI HIJAU INDONESIA JAKARTA Selvi Novia; Fahmi Susanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi fisik ruang kerja dan dorongan kerja  terhadap kinerja karyawan pada PT. Inti Hijau Indonesia Jakarta baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling yaitu sampel jenuh dengan jumlah 50 responden yang diambil dari seluruh karyawan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji regresi sederhan & berganda, uji koefisien korelasi secara parsial & simultan, uji koefisien determinasi secara parsial & simultan, uji T dan uji F. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda didapatkan persamaan  Y = 1,761 + 0,288X1 + 0,703X2, menunjukkan bahwa variabel Kondisi Fisik Ruang Kerja dan Dorongan Kerja memiliki koefisien yang bernilai positif terhadap variabel Kinerja Karyawan. Koefisien variabel Kondisi Fisik Ruang Kerja memberikan nilai sebesar 0,288, menunjukkan bahwa jika variabel Kondisi Fisik Ruang Kerja meningkat dengan asumsi variabel lain tetap maka variabel Kinerja Karyawan akan meningkat. Koefisien variabel Dorongan Kerja memberikan nilai sebesar 0,703, menunjukan bahwa jika variabel Dorongan Kerja meningkat maka variabel Kinerja karyawan akan meningkat. Dan nilai korelasi atau nilai R sebesar 0,826 dan nilai R square sebesar 0,682  atau 68,2% menunjukkan hubungan yang kuat antara kondisi fisik ruang kerja dan dorongan kerja dengan kinerja karyawan. Hasil uji F juga menghasilkan nilai sebesar  50,372 > 2,80 . Hal ini menunjukkan bahwa Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kondisi fisik ruang kerja dan dorongan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.