Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A qualitative exploration of factors influencing bullying behavior in schools Dini Mulyati; Suraya Putri; Eri Riana Pertiwi; Ratna Juwita
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i5.821

Abstract

Background: Bullying in schools is a growing global problem that affects victims, perpetrators, and the surrounding environment. Environmental and individual factors, such as family, mass media, and social pressure, play a significant role in the emergence of bullying behavior. In Indonesia, this phenomenon is still often overlooked, even though it has long-term consequences for students' psychological and academic well-being. Purpose: To analyze the factors that contribute to bullying behavior in schools. Method: A descriptive qualitative design with an exploratory focus was conducted in April 2025 at State Vocational High School 1 Banda Aceh. A total sampling technique was utilized, resulting in the selection of four participants, consisting of key informants including teachers and the headmaster. Data collection was carried out through triangulation, integrating multiple data sources, methods, and theoretical perspectives to enhance the credibility and validity of the findings. In-depth interviews served as the primary data collection method. The collected data were analyzed using thematic analysis, allowing for the identification of recurring patterns and the extraction of core meanings from the participants' narratives. Results: Bullying behavior among students is influenced by family, media, and peer environments. A lack of support or harsh treatment at home can lead children to imitate negative behavior at school, while exposure to violent media and poor parental supervision further contribute to aggression. Peer pressure also plays a significant role, as teenagers often follow group behavior to feel accepted. Conclusion: Preventing bullying requires a comprehensive approach involving families, schools and communities.
Stigma Masyarakat Terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa: Literature Review Meutia Chaizuran; Eri Riana Pertiwi
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1q01b897

Abstract

Stigma masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya peningkatan kesehatan jiwa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan stigma berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2021–2025 dan membahas stigma sosial, persepsi masyarakat, maupun pandangan masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa. Hasil menunjukkan bahwa stigma masih banyak ditemukan dalam bentuk stereotip negatif, pelabelan sebagai "orang gila", diskriminasi, penolakan sosial, hingga keyakinan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh faktor mistis. Faktor yang paling dominan memengaruhi stigma adalah rendahnya pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan, budaya, kepercayaan lokal, pengalaman berinteraksi dengan ODGJ, serta kurangnya edukasi kesehatan jiwa. Diharapkan pendidikan kesehatan mental, konseling psikososial, serta pemberdayaan masyarakat dapat terrus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan sosial terhadap ODGJ.