Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pewarisan Tari Gandang Lasuang di Balai Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman Dania Keumala Dewi; Daryusti
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.3683

Abstract

Tari Gandang Lasuang ini dijadikan sebagai tari untuk dipertunjukkan sebagai terimakasih pada dewi sri. Tari ini diciptakan masyarakat di Balai Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Yang diwariskan oleh penari terdahulu dilakukan para generasi penerus nilai budaya, sehingga tari Gandang Lasuang hingga sampai saat ini menjadi milik masyarakatnya secara turun-temurun. Tempat penampilan tari Gandang Lasuang ini dipertunjukkan dihalaman rumah gadang memakai properti Alu yang digunakan untuk penumbuk padi, ayak, dan tempat padi yang sudah ditumbuk menjadi beras saat pertunjukkan berlangsung penonton duduk dan berdiri dengan tertib saat melihat pertunjukan tari Gandang Lasuang di halaman rumah gadang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis sistem pewarisan tari Gandang Lasuang pada masyarakat di Balai Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena mendeskripsikan dan mendata pendapat dari masyarakat di Balai Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Hasil penelitian ini adalah: (1) Tari Gandang Lasuang di Balai Kuraitaji merupakan tari tradisional di Balai Kuraitaji yang menceritakan tentang aktifitas masyarakatnya ketika Bertani disawah. Berdasarkan temuan khusus penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, bentuk penyajian tari Gandang Lasuang berbentuk simbolis (2) Dengan mewariskan serta melestarikan tari Gandang Lasuang maka eksistensinya akan tetap bertahan ditengah-tengah masyarakat. Karena dengan banyaknya usaha yang dilakukan. Maka akan semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan tari Gandang Lasuang.
Bentuk dan Fungsi Pertunjukan Simuntu pada Masyarakat di Nagari Koto Kaciak Maninjau Kabupaten Agam Sumatera Barat Resti Rahmi; Syeilendra; Daryusti; Budiwirman
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.4239

Abstract

Pertunjukan Simuntu sudah mentradisi di masyarakat Nagari Koto Kaciak dari dahulu sampai sekarang yang didukung oleh masyarakat setempat. Sampai saat sekarang pertunjukan Simuntu baik dari segi bentuk pertunjukan dan fungsinya tidak mengalami perubahan yang selalu berpatokan kepada warisan dari nenek moyang terdahulu. Pertunjukan Simuntu tanpa merubah keasliannya selalu dilakukan pada saat hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan 17 Agustus. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pertunjukan dan fungsi Simuntu dalam masyarakat Nagari Koto Kaciak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis berdasarkan teori bentuk dan fungsi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik snow ball, dan analisis datanya menggunakan langkah-langkah dari Milles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi: sumber, waktu, metode, dan triangulasi teknik. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Bentuk Pertunjukan Simuntu yang terdiri dari: a) Pertunjukan Simuntu; b) Gerak Simuntu; c) Waktu dan Tempat Pertunjukan Simuntu; d) Busana Simuntu; e) Doa untuk Pertunjukan Simuntu; dan f) Iringan Pertunjukan Simuntu. (2) Fungsi Pertunjukan Simuntu terdiri dari: a) Upacara atau Ritual; b) Pewaris Nilai Budaya; c) Ekonomi; d) Hiburan; e) Komunikasi; dan f) Sajian Estetis.
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tari Kuda Kepang Paguyuban Turonggo Manunggal Sejati Desa Kuning Gading Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo-Jambi Melania Wulanndari; Daryusti
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6983

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan objek penelitiannya yaitu nilai-nilai pendidikan dalam Tari Kuda Kepang Paguyuban Turonggo Manunggal Sejati Desa Kuning Gading Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo-Jambi. Penelitian ini dilakukan di paguyuban Turonggo Manunggal Sejati di Desa Kuning Gading Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo-Jambi. Instrumen penelitian yang utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat pendukung seperti alat tulis dan kamera photo. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif. Langkah-langkahnya meliputi: (1) Deskripsi data, (2) Reduksi data, dan (3) Pengambilan kesimpulan. Nilai pendidikan adalah suatu ajaran yang bernilai luhur menurut aturan pendidikan yang merupakan jembatan ke arah tercapainya tujuan pendidikan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam gerak Tari Kuda Kepang paguyuban Turonggo Manunggal Sejati Desa Kuning Gading Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo-Jambi mengandung nilai-nilai Pendidikan yaitu nilai pendidikan religius, pendidikan moral, dan pendidikan sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Companion Music Learning Planning In Improving Students' Arts Appreciation Romanil Manur; Daryusti
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 10 No. 01 (2026): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies) (SI)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine how kompang music learning can be designed to enhance students’ appreciation of the arts. The study is motivated by a phenomenon frequently observed in educational settings, namely students’ limited appreciation of traditional arts. This condition is reflected in students’ attitudes that perceive kompang music as unattractive and incompatible with contemporary developments. Data were collected through observation, direct interviews, and documentation of relevant sources. The findings indicate that effective learning planning through the formulation of learning objectives, selection of appropriate materials, application of suitable strategies and media, and the use of appropriate assessment methods plays a crucial role in improving students’ appreciation of kompang music. Learning plans that integrate local cultural values, adopt contextual approaches aligned with students’ real life experiences, and actively involve students can foster understanding, curiosity, and positive attitudes toward traditional arts. Therefore, structured and contextually relevant learning planning is essential to enhance appreciation of kompang music as part of local cultural heritage.
The Intellectual Trajectory Of O.K. Nizami Jamil In Riau Malay Cultural Literature Sandra Sri Wahyuni; Daryusti
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 10 No. 01 (2026): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies) (SI)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe and analyze the intellectual trajectory of O.K. Nizami Jamil in Riau Malay cultural literature and his contribution to strengthening cultural identity in Pekanbaru City. The research employs a descriptive-analytical method with a qualitative approach through biographical study and narrative analysis. Data were collected through in-depth interviews, documentation, and literature review, with informants selected using the snowball sampling technique. Data analysis was conducted using content analysis through stages of data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that O.K. Nizami Jamil’s socio-cultural background, rooted in a strong Malay environment, shaped his intellectual orientation toward cultural preservation. His works function not only as documentation of history and customs but also as a medium for transmitting cultural values and strengthening the collective identity of the Riau Malay community. Furthermore, his role as a cultural figure and public intellectual positions him as a role model in society. This study highlights that local intellectuals play a strategic role in the production of cultural knowledge and the preservation of local wisdom in the face of globalization.
Bebalam Arts Studios' Efforts In Preserving Long Song As A Malay Cultural Heritage Arie Perdana Kusuma; Daryusti
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 10 No. 01 (2026): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies) (SI)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the efforts and strategies undertaken by Sanggar Seni Bebalam in preserving Nyanyian Panjang as Malay cultural heritage in Pelalawan Regency, Riau. Nyanyian Panjang is a traditional Malay oral art form containing historical, philosophical, and moral values that faces extinction due to globalization and lack of intergenerational transmission. This qualitative study employed a case study approach with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that Sanggar Seni Bebalam implements four integrated preservation strategies: (1) structured intergenerational learning through master-apprentice programs, (2) systematic digital documentation and archiving, (3) strategic collaboration with customary institutions and educational organizations, and (4) adaptive performance innovations for contemporary contexts. These community-based approaches have effectively increased youth participation and strengthened local cultural identity while maintaining the authenticity of the tradition.