Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Konvergensi Media Radio Gema Wana Prima 98.6 FM Sangatta di Era Digitalisasi Taufik Hidayat; Silviana Purwanti; Johantan Alfando WS; Donny Kristian
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 5 No. 5 (2025): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v5i5.8328

Abstract

The advancement of communication technology has created new challenges for traditional media, including radio. This study aims to analyze the implementation of media convergence by Gema Wana Prima (GWP) 98.6 FM, a local radio station in Sangatta, East Kalimantan, in adapting to the digital era. This research uses a descriptive qualitative method through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results show that GWP has adopted several elements of Rich Gordon’s media convergence theory, particularly Tactical Convergence, structural Convergence, and storytelling convergence. The station actively utilizes social media and digital platforms, although ownership and Information gathering convergence have not been fully implemented due to limited resources. This study concludes that local media can independently adopt selective convergence strategies to maintain relevance amid media landscape changes.
Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Alienasi Karakter Utama Dalam Film Jatuh Cinta Seperti Di Film- Film Wafiq Azizah; Ainun Ni'matu Rohma; Johantan Alfando WS; Dony Kristian
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena alienasi yang dialami oleh karakter utama, Bagus dan Hana, direpresentasikan melalui tanda-tanda visual dalam film tersebut. Film ini menjadi unik karena menggunakan format hitam-putih yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai simbol kekosongan, duka, dan keterasingan emosional.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tataran denotasi, konotasi, dan mitos. Data primer diperoleh dari potongan scene film yang menunjukkan dimensi alienasi menurut Melvin Seeman, yaitu powerlessness, meaninglessness, normlessness, isolation, dan self-estrangement.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan visual hitam-putih secara denotatif menghapus spektrum warna, yang secara konotatif menyimbolkan ketidakbermaknaan hidup (meaninglessness) Hana pasca kematian suaminya. Sementara pada karakter Bagus, alienasi muncul dalam bentuk isolasi sosial demi obsesi kreatif dan pelanggaran norma (normlessness) karena mengeksploitasi duka orang lain menjadi komoditas naskah. Pada tataran mitos, film ini mendekonstruksi pandangan masyarakat mengenai kamar tidur sebagai tempat istirahat yang nyaman, serta mematahkan mitos bahwa seniman memiliki hak absolut untuk mendikte emosi manusia demi sebuah karya.