Sianturi, Martinus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Gereja dan Orang Tua Dalam Membentuk Iman Remaja di Era Disrupsi Digital Sianturi, Martinus
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.101

Abstract

Dalam masa perkembangan zaman dari masa ke masa termasuk di era disrupsi digital sekarang ini, telah banyak membawa perubahan dalam cara remaja berpikir, bertindak, berperilaku, dan dalam memproses segala informasi, termasuk iman dan spiritual kehidupan remaja. oleh sebab itu, orang tua dan gereja harus memiliki kolaborasi dalam melengkapi dan membentuk serta memelihara iman remaja di era disrupsi digital sekarang ini. Dalam penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan kontribusi bagaimana peran orang tua dan gereja dalam menanamkan nilai-nilai kekristenan kepada remaja yang di tengah arus digitalisasi yang begitu pesat. Metode penelitian yang di pakai dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu menggunakan studi kepustakaan, dan berbagai sumber lainnya seperti berbagai jurnal yang ter-publikasikan yang relevan dalam mendukung penulisan artikel ini. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu; Iman remaja antara kebiasaan dan kedekatan dengan Tuhan, Gereja dan keluarga menuntun remaja mengenal Tuhan bukan hanya sekedar rutinitas, Transformasi digital menuntut transformasi spiritualitas, Kembali ke inti tujuan awal kekristenan yang mampu mengubahkan.
Peran Remaja Kristen Sebagai Garam dan Terang Di Dunia Modern: Tinjauan Teologis Matius 5:13-16 sianturi, martinus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/xrpmha06

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menafsirkan dan menganalisis secara teologis serta kontekstual Matius 5:13–16 dalam kaitannya dengan kehidupan remaja Kristen di dunia modern. Melalui metode studi kepustakaan, penulis mengkaji makna mendalam dari metafora "garam dunia" dan "terang dunia" sebagaimana diajarkan oleh Yesus dalam Khotbah di Bukit. Dalam konteks zaman yang penuh relativisme moral, krisis identitas, dan tekanan budaya populer, remaja Kristen dipanggil untuk menjadi agen perubahan yang mencegah kerusakan moral dan menyatakan terang Kristus melalui kehidupan sehari-hari. Artikel ini menekankan bahwa menjadi garam dan terang bukanlah sekadar peran opsional, tetapi merupakan identitas ilahi yang melekat pada setiap murid Kristus, termasuk remaja, yang harus diwujudkan melalui kesaksian hidup yang otentik dan transformatif.